2 Mahasiswa UKI Mengajukan Permohonan Uji Materi Ketentuan Lampu

Kasus PositifMeninggal DuniaSembuh
Indonesia5794930
Seluruh Dunia341,52614,74899,040
Data per 23 Maret 2020 pukul 15.45 WIB. Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, WHO.

2 Mahasiswa UKI Mengajukan Permohonan Uji Materi Ketentuan Lampu

2 mahasiswa Universitas Kristen Indonesia( UKI) mengajukan permohonan uji modul syarat menyalakan lampu utama sepeda motor pada siang hari yang diatur pada Undang- Undang( UU) No 22 tentang Kemudian Lintas serta Angkutan Jalur kepada Mahkamah Konstitusi( MK).

Bersumber pada dokumen yang dapat diunduh di web formal Mahkamah Konstitusi, 2 mahasiswa tersebut mengajukan uji modul terhadap Pasal 107 ayat 2 tentang kewajiban pengemudi motor menyalakan lampu pada siang hari serta Pasal 293 ayat 2 yang isinya melaporkan sanksi pelanggaran ialah pidana kurungan penjara optimal 15 hari ataupun denda optimal Rp100 ribu.

Kedua mahasiswa tersebut tercatat bernama Eliadi Hulu( pemohon 1) asal Nias, Sumatera Utara serta Ruben Saputra( pemohon 2) asal Jakarta Timur. Dokumen pengajuan permohonan keduanya telah diterima MK per 7 Januari 2020.

Latar balik pengajuan uji modul ini dipaparkan diawali dari penilangan pemohon 1 oleh kepolisian pada Juli 2019 di Jakarta Timur sebab lampu motor yang dikemudikan tidak menyala. Pemohon 1 disangkakan melanggar Pasal 293 ayat 2.

Dikala ditilang pemohon 1 mengunduh dokumen Undang- Undang No 22 Tahun 2009 setelah itu membacanya serta merasa tidak paham khasiat menyalakan lampu utama motor pada siang hari. Frasa harus menyalakan lampu utama pada siang hari pada peraturan tersebut dirasa membingungkan sedangkan penilangan dicoba pada jam 09. 00 Wib.

Pemohon 1 setelah itu bertanya kepada penilang kenapa penilangan dicoba pada pagi hari, tetapi dikatakan jawaban dari petugas tidak memuaskan sehingga terjalin perdebatan yang lumayan lama.

Para pemohon pula berargumen menyalakan lampu utama motor pada siang hari tidak berguna serta malah merugikan karena dirasa membatasi aktivitas warga semacam berangkat kerja, sekolah, serta yang lain sebab terdapatnya aksi tilang.

Tidak hanya itu diucap pula lampu utama motor tidak nampak oleh pengemudi motor kondisinya menyala ataupun tidak. Dalam ekspedisi lampu utama dikatakan dapat hadapi kehancuran serta dapat tidak ditemukan pengemudi.

Bukan cuma itu, pemohon pula berkomentar negeri yang memberlakukan awal kali motor harus menyalakan lampu pada siang hari merupakan negeri di utara bumi, semacam Swedia serta Finlandia, yang sedikit memperoleh cahaya matahari pada siang hari. Di negeri itu diucap diperlukan penerangan kendaraan guna menekan angka musibah kemudian lintas.

Kewajiban menyalakan lampu motor pada siang hari di Indonesia pula telah menginsiasi produsen memproduksi motor yang tidak mempunyai lampu utama tanpa tombol on serta off. Perihal ini pula diucap pemohon merugikan karena dapat mengusik warga misalnya dikala melintasi gang kecil ramai penduduk dikala malam hari serta pemborosan baterai.

Sindir Jokowi

Dalam dokumen permohonan kedua pemohon pula menyertakan contoh dikala Presiden Joko Widodo kedapatan berkendara motor tanpa menyalakan lampu utama.

Perihal tersebut bagi pemohon terjalin dikala Jokowi menunggangi motor custom dalam kunjungan kerja pada 4 November 2018 jam 06. 20 Wib di Kebun Nanas, Tangerang. Dikala itu dikatakan Jokowi tidak ditilang.

” Perihal ini sudah melanggar asas kesamaan di mata hukum yang ada dalam Pasal 27 UUD 1945,” kata pemohon.

Petitum

Kedua pemohon berharap supaya hakim MK bisa menerima serta mengabulkan permohonan, melaporkan Pasal 107 ayat 2 serta Pasal 293 ayat 2 berlawanan dengan UUD 1945, menyatakan

frasa pada siang hari tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

Tidak hanya itu pemohon pula menginginkan apabila hakim konstitusi berkomentar lain, mohon supaya hakim melaporkan Pasal 107 ayat 2 serta Pasal 293 ayat 2 cocok UUD 1945 secara bersyarat ialah konstutusional sejauh frasa pada siang hari ditukar dengan sejauh hari.

Berikutnya melaporkan kalau vonis MK berlaku semenjak permohonan uji modul ini diajukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *