Sopir dan PO Bus Maut tanjakan Emen Bisa menjadi tersangka

Detikmania,Jakarta –┬áPolisi mengasumsikan* penyebab kemalangan* bus maut di Tanjakan Emen Subang sebab* rem blong. Bila terbukti cocok* dugaan, sopir dan manajemen perusahaan otobus (PO) Premium Fassion berpotensi menjadi tersangka. Insiden kemalangan* tersebut menewaskan 27 orang.

“Dugaan penyebab sedangkan* memang sebab* rem yang tidak bermanfaat* sebagaimana har*usnya. Kemudian didukung oleh geometrik (jalan) menurun,” kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Royke Lumowa ketika* meninjau tempat* kejadian di Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (11/2/2018). AGEN BOLA

Ia menuturkan kelengkapan administrasi sopir dan kendaraan tidak terdapat* masalah. Namun, sambung Royke, sebelum perjalanan kembali* usai dari objek wisata Gunung Tangkuban Parahu, sopir yakni* Amirudin sempat mengabarkan untuk* manajemen soal masalah pada sistem pengereman bus nopol F7959 AA.

Namun, menurut* keterangan dari* Royke, manajemen PO Premium Fassion justeru* memberikan petunjuk untuk* sang sopir guna* merekayasa sistem pengereman tersebut. Pihak manajemen memperbolehkan* sopir tetap mengoperasikan bus berpenumpang 52 orang itu. BANDAR BOLA

“Sopir mengindikasikan* rem terdapat* masalah dan ada sejumlah* titik sistem rem yang difoto sopir untuk diantarkan* ke pihak manajemen. Kemudian sopir diserahkan* petunjuk bagaimana merekayasa sedangkan* dan tersebut* sudah dilakukan, kemudian* bus tetap dapat* jalan,” tutur dia.

Berdasarkan keterangan dari* Royke, tidak menutup bisa jadi* sopir dan manajemen PO Premium Fassion bisa* menjadi tersangka kemalangan* maut tersebut. Sebab, sambung dia, sudah* terjadi kelengahan* yang diperkirakan* dilakukan sopir dan pengelola bus.

“Kami bakal* menyidik lebih dalam ke arah sana, tak menutup bisa jadi* jadi tersangka. Karena ini kelengahan* supir ya dan pihak manajemen juga, sebab* kelaikan jalan (bus) tersebut* tanggung jawab manajemen,” ujar Royke menegaskan. AGEN BOLA TERBESAR

Polisi sudah melangsungkan* olah lokasi* kejadian perkara (TKP) untuk memperlihatkan* penyebab terjadinya kecelakaan. Hasil olah TKP akan dibandingkan* dengan penjelasan* para saksi mata dan korban selamat.

“Pendalaman hasil olah TKP ini diduga* sekitar dua hari baru dapat* disimpulkan,” ucap Royke.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *