22.985 Total Babi Meninggal di Sumut Akibat Tertular Penyakit Kolera

22.985 Total Babi Meninggal di Sumut Akibat Tertular Penyakit Kolera

Dinas Ketahanan Pangan serta Peternakan( DKPP) Sumatra Utara mencatat sampai Sabtu( 7/ 12) 22. 985 ekor babi mati di Sumut. Kematian terjalin akibat virus hog cholera ataupun kolera babi yang menyerang wilayah tersebut.

” Hingga dikala ini, kematian babi positif sebab hog cholera. ASF masih menunggu dari menteri pertanian,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKPP Sumut Mulkan Harahap semacam dilansir dari Antara( 7/ 12)

Dia menyebut angka 22. 985 babi yang mati tersebut menyebar di 16 kabupaten, Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Tebing Besar, Siantar, serta Langkat.

Bagi ia, dari 16 Kabupaten yang ada kematian babi, Deli Serdang mempunyai permasalahan paling tinggi sebanyak 6. 997 ekor, sebaliknya yang tercatat kematian sangat sedikit di Pematang Siantar sebanyak 12 ekor.

” Sementara itu sesungguhnya kematian babi akibat hog cholera awal kali dikenal terjalin di Dairi pada bertepatan pada 25 September,” ucapnya.

Mengestimasi kenaikan angka kematian babi, grupnya terus melaksanakan sosialisasi kepada warga supaya menyemprotkan disinfektan, membuka posko, penguburan bangkai babi, serta menghindari warga membuang bangkai babi secara sembarangan.

” Kami masih terus melaksanakan sosialisasi, penguburan senantiasa terhadap bangkai babi,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *