3 Pemerkosa Bermodus Kenalan Via Chat Tertangkap

3 Pemerkosa Bermodus Kenalan Via Chat Tertangkap

Polisi meringkus 3 terdakwa pencurian diiringi dengan aksi pemerkosaan dengan modus berkenalan dari aplikasi obrolan Badoo dan dicekoki minuman keras.

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian Rishadi berkata ketiga terdakwa itu, ialah MHT, KKH, serta RK, ditangkap di suatu hotel di wilayah Senen, Jakarta Pusat, Minggu( 15/ 9). Dikala itu, mereka ditangkap dikala hendak melaksanakan aksinya.

Dipaparkan, Arie, para terdakwa itu mencari korbannya melalui aplikasi daring Badoo. Sehabis memperoleh sasaran, para terdakwa setelah itu mengajak korbannya buat berjumpa di suatu hotel.

” Sehabis berkenalan di media sosial, korban diajak ketemu oleh para terdakwa setelah itu diajak ke suatu hotel,” kata Arie di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senin( 16/ 9).

Arie menuturkan sehabis berjumpa di hotel, para terdakwa setelah itu mengajak korbannya buat melaksanakan game ludo.

Ilustrasi aplikasi percakapan.

Dalam game itu, terbuat ketentuan kalau siapa yang kalah diwajibkan buat meminum minuman beralkohol yang sudah disiapkan.

Minuman itu, kata Arie, pula sudah dicampur dengan larutan obat mata. Dampaknya, siapapun yang minum minuman itu jadi kilat tidak sadarkan.

” Sehabis korban kehabisan pemahaman, langsung pelakon memperkosa korban secara bergantian,” ucap Arie.

Tidak cuma melaksanakan aksi pemerkosaan, terdakwa pula merampas beberapa barang kepunyaan korban, semacam ponsel, dompet, sampai duit.

Arie menuturkan dikala ditangkap 2 terdakwa bernama samaran KKH serta RK ditembak petugas lantaran pernah membagikan perlawanan.

” Mereka melaksanakan perlawanan hingga kita beri tembakan di kakinya,” ucap Arie.

Kepada polisi, para terdakwa mengaku sudah melaksanakan modus seragam kepada 4 korban yang lain. Umumnya, korban yang jadi sasaran mereka merupakan mahasiswa dengan umur 21- 24 tahun.

Atas perbuatannya, para terdakwa dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian serta pasal 286 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman optimal 9 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *