3 Saran yang disampaikan Kadin kepada Jokowi untuk meningkatkan perekonomian

Pimpinan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) memberi pengarahan singkat kepada Presiden Joko Widodo tentang cara membangkitkan ekonomi negara.

Usulan itu disampaikan saat pertemuan antara manajemen KADIN dan manajemen HIPMI, Rabu (12/12/2019) dengan Presiden Joko Widodo di Palais Merdeka, Jakarta.

Saran pertama adalah untuk meningkatkan kemampuan pekerja Indonesia di luar negeri. Presiden Kamar Dagang dan Industri, Rosan Roeslani Perkasa, mengatakan bahwa saran ini sebenarnya cukup asli.

“Pada kenyataannya, ini lebih tentang mengirim pekerja migran. Pekerja migran kami mewakili sekitar 3,6 juta orang. Pengiriman uang mewakili $ 11 miliar. Ini sedikit dibandingkan dengan Filipina, di mana tenaga kerjanya hampir identik, 3,5 juta orang. miliaran dolar, “kata Rosan setelah pertemuan.

“Mengapa kita tidak dapat memiliki pengiriman uang yang lebih besar?” Masalahnya terletak pada keterampilan bahasa, yang dapat didorong untuk program kejuruan yang secara efektif diprioritaskan oleh presiden dalam pemerintahannya, “katanya.

Rosan memperkirakan bahwa kebijakan ini akan meningkatkan pengiriman uang pekerja migran Indonesia sebesar $ 10 miliar. Nilai yang dihitung dapat mengurangi defisit transaksi berjalan sekitar $ 30 miliar.

Kedua, KADIN menyarankan pemerintah untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata Indonesia.

Salah satu pedoman adalah bahwa wisatawan tinggal lebih lama sambil menghabiskan lebih banyak uang di Indonesia.

Menurut catatan KADIN, wisatawan Indonesia mencapai 15,5 juta orang per tahun.

Dari jumlah ini, pendapatan devisa yang dihasilkan adalah US $ 17 miliar. Diperkirakan angka ini didorong lagi oleh peningkatan kualitas destinasi wisata atau terciptanya destinasi wisata baru.

Saran ketiga terkait dengan penetrasi produk tekstil Indonesia ke pasar yang terkena dampak perang dagang AS-Cina.

Menurut Rosan, tekstil dan pakaian mudah dipahami.

“Mungkin sifatnya jangka pendek, kita juga sudah bicara tentang kelanjutan reformasi pajak pemotongan, antara 17% dan 18%, tetapi tetap pada 25%,” katanya. Rosan berkata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *