POLDA Metro Jaya mulai bergerak mengusut laporan yang diterima

POLDA Metro Jaya mulai mengusut laporan politikus PDIP Dewi Ambarwati Tanjung terhadap sejumlah tokoh, seperti politikus PAN Amien Rais, Habib Rizieq Shihab, dan Bachtiar Nasir terkait dengan dugaan makar atau seruan people power.

“Sudah diterima dan akan dipelajari oleh penyidik untuk dilakukan penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono  di Kantor Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, kemarin.

Menurut Argo, penyidik segera memeriksa sejumlah saksi untuk memperkuat laporan itu. Pelapor dan terlapor juga akan digali keterangannya sehingga diputuskan terdapat unsur pidana atau tidak.

“Ada klarifikasi berkaitan dengan laporan tersebut. Setelah selesai klarifikasi, nanti bagaimana dari penyidik apakah bisa dipidana atau tidak . Nanti di sana,” sebutnya.

Sebelumnya, Amien dilaporkan karena orasinya di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 31 Maret 2019. Rizieq Shihab dipolisikan terkait dengan orasi yang menuntut Presiden Joko Widodo turun. Video Rizieq ber-edar di aplikasi Whatsapp.

Di sisi lain, Bachtiar Nasir dilaporkan atas pernyataannya soal revolusi. Pernyataan itu viral di Youtube.
Argo Yuwono menambahkan penyidik juga akan memeriksa politikus Partai Gerindra Permadi. Namun, sejauh ini Permadi belum melakukan konfirmasi kehadiran.

Perihal penahanan terhadap tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana, Argo mengatakan pihaknya melakukan hal itu karena beberapa pertimbangan setelah pemeriksaan intensif.

Dalam kesempatan berbeda kemarin, politikus Gerindra, Permadi, mengatakan ia mengikuti rapat di MPR sehingga tidak memenuhi panggilan polda. “Saya rapat di MPR, jadi tidak datang.”

Mengaku telah memberitahukan ketidakhadirannya kepada penyidik. Akan tetapi, ia belum mengetahui

jadwal penundaan pemeriksaan. “Namun, Mabes Polri mengundang Jumat,17 Mei 2019 kalau polda metro jaya belum tahu, papar nya.

Dalam kasus lain, polisi menangkap dua perempuan yang di duga perekam dan penyebar video pengancaman yang dilakukan HS terhadap Presiden

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *