Astra Otoparts Ungkap Proyek Pembuatan Baterai Untuk Motor Listrik

Pemegang merek baterai GS Astra di Indonesia, Astra Otoparts, mengungkapkan bahwa mereka sedang mengerjakan “beberapa proyek” yang terkait dengan baterai listrik, dikaburkan oleh pemikiran produksi lokal.

Menurut direktur Astra Otoparts Yusak Kristian, proyek ini dilaksanakan setelah diperkenalkannya Honda PCX Electric. Motor listrik diperkenalkan oleh Astra Honda Motor pada 31 Januari. Skuter listrik klasik berbasis PCX 150 ini belum dijual ke publik, hanya disewa dalam lingkaran terbatas.

Astra Otoparts dan AHM adalah anak perusahaan dari grup mobil raksasa Indonesia, Astra International. Astra Otoparts mengklaim sebagai pemasok terbesar baterai Original Equipment Market (OEM) dengan pangsa pasar lebih dari 50%.

Yusak menjelaskan bahwa proyek itu adalah studi tentang perilaku kendaraan listrik di pasar. Menurutnya, saat ini ada banyak pendapat berbeda tentang pengembangan kendaraan listrik dan perlu dikaji lebih lanjut.

“Ada beberapa proyek terkait tetapi kami belum bisa mengungkapkannya hari ini,” kata Yusak di Jakarta, Senin (6 dari 24).

“Itu tergantung pada perkembangannya. Hari ini, biaya baterai terlalu tinggi, yang akan membuat kendaraan mahal, jadi kita akan melihat di mana teknologi berkembang sehingga nanti mulai meningkat pada tahun berapa”, masih mendeklarasikan Yusak.

Yusak mengatakan, prinsipal merek baterai GS Astra yang dijual oleh Astra Otoparts, yaitu Japan Storage Battery Co. Ltd., sudah bekerja sama dengan produsen untuk menyediakan produk OEM untuk komponen kendaraan listrik.

100 persen berbeda

Yusak mengatakan bahwa baterai kendaraan saat ini yang diproduksi oleh Astra Otoparts sama sekali berbeda dengan baterai khusus untuk kendaraan listrik. Dia mengatakan bahwa bahan dasar baterai sekarang asam timbal, sedangkan pembuatan baterai untuk kendaraan listrik membutuhkan lithium-ion.

Perbedaannya akan menghadirkan pola aktivitas baru jika baterai kendaraan listrik ingin diproduksi di Indonesia, termasuk untuk pasokan bahan baku. Yusak mengatakan bahwa keputusan produksi lokal tergantung pada prinsipal, tetapi keinginan ini ada di benak Astra Otoparts.

“Itu tergantung di mana prinsipal bergerak. Saya tidak tahu (produksi Indonesia) Jika kita ditanya apakah Astra Otoparts memiliki proyek di sana, tentu saja ya, karena kita sedang melihat tren pasar hari ini,” Yusak menjelaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *