Atap Rumah yang Bolong Dan Krisis Air ‘Rumah Baru’ Pencari Suaka

Atap Rumah yang Bolong Dan Krisis Air ‘Rumah Baru’ Pencari Suaka

Bekas Gedung Kodim di lokasi Jakarta Barat mendadak penuh sesak. Sebanyak 1.115 pengungsi pencari suaka yang awal mulanya tinggal di trotoar Jalan Kebon Sirih dipindahkan ke gedung selanjutnya sejak kemarin, Jumat (12/7).

Seluruh gedung yang terdiri berasal dari tiga bangunan itu dipenuhi para pengungsi. Dinas sosial apalagi membangun empat tenda berkapasitas 40 orang untuk menampung pengungsi yang tak mendapat area di bangunan gedung.

Meski tukar berasal dari trotoar, nasib mereka tak jauh lebih baik. Fasilitas yang disediakan di gedung selanjutnya tetap terlampau minim.

Beberapa anggota atap gedung bolong dan toilet berada di dalam keadaan kotor, apalagi tanpa air bersih. Bantuan air baru diberikan dinas sosial lebih kurang pukul 14.00 WIB

Salah satu pengungsi asal Somalia, Muhammad Ali Imran (27) mengaku tidur berdesak-desakan dengan para pengungsi lain dan hanya beralas terpal biru.

“Iya gara-gara jumlahnya banyak, kita tidur sesak-sesakan, dempet-dempetan,” Katanya.

Sementara pengungsi asal Afghanistan Hasan Ramazan (37) mengeluhkan minimnya air bersih, terutama untuk membersihkan diri. Ia apalagi terpaksa belanja air mineral untuk berwudhu.

“Kami berterima kasih terhadap pemerintah Indonesia, tapi berhadap UHNCR dapat melengkapi fasilitas air bersih serta makanan, gara-gara sepertinya tetap kurang,” unkap pria yang terpisah dengan keluarganya di dalam perang di negaranya itu.

Serupa Fatimah Ismail (43) termasuk mengaku terpaksa wajib belanja air botolan sebelum akan pertolongan air dinas sosial datang. Air selanjutnya ia menggunakan untuk mencuci busana anaknya.

“Saya cuci busana dengan satu baskom, jikalau ulang tidak tersedia pertolongan air saya menggunakan air mineral, beli di warung,” terangnya.

Pengungsi asal Sudan, Abdul Halim Sulaiman Muhammad Ishaq (17) mengaku mereka tak hanya mengalami keterbatasan air bersih, tapi termasuk makanan. Menurut dia, makanan yang dibagikan dinas sosial mempunyai porsi yang terlampau sedikit.

Atap Bolong dan Krisis Air 'Rumah Baru' Para Pencari Suaka

Kepala Seksi Dinas Sosial Nursobah mengatakan pihaknya memang memberi pertolongan dua kali makan sehari, serta pengiriman air bersih. Makan dikirimkan berasal dari dapur yang disediakan dinas sosial, di dalam bentuk nasi kotak.

Dinas sosial termasuk dapat menyuplai 5.000 liter air bersih tiap tiap hari. Bantuan diberikan dengan sistem antre.

Adapun berdasarkan catatan Dinas Sosial, kuantitas pengungsi yang ditampung raih 1.155 orang. Dari kuantitas tersebut, sebanyak 766 pria termasuk 171 anak laki dan 389 wanita termasuk 155 anak perempuan. Mereka berasal berasal dari Afghanistan, Somalia, Sudan, dan Iran.

Selain persoalan air bersih dan makanan yang terbatas, pengelolaan sampah di pengungsian termasuk terpantau tetap bermasalah. Sementara kebutuhan listrik untuk penampungan tetap mengandalkan genset berasal dari dinas sosial, yang baru dinyalakan sejak pukul 18..00 WIB sampai 05.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *