BI (Bank Indonesia) memangkas biaya transfer antar bank jadi Rp3.500 pada September mendatang

Bank Indonesia (BI) telah mengurangi biaya transfer dana nasabah melalui Sistem Kompensasi Bank Indonesia Nasional (SKNBI) dari Rs 5.000 ke Rs 3.500 per transaksi.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia 21/8 / PBI / 2019 tentang perubahan ketiga terhadap PBI Nomor 17/9 / PBI / 2015 tentang penerapan remitansi dan kompensasi yang diprogramkan oleh Bank Indonesia. Indonesia (BI) mulai berlaku pada 24 Mei 2019.

“Efektif 1 September 2019, biaya transfer dana yang digerakkan klien akan berkurang dari maksimum Rp5.000 hingga maksimum Rp3.500 per transaksi,” kata Direktur Pengembangan Infrastruktur. Sistem pembayaran BI, Ery Setiawan, di Gedung Thamrin, Selasa (25/6).

Ery mengungkapkan bahwa SKNBI adalah infrastruktur yang digunakan oleh bank sentral untuk melakukan transfer dana terjadwal untuk memproses data keuangan elektronik (DKE) dalam layanan pengiriman uang, memeriksa kliring layanan pembayaran dan penagihan.

Pelanggan dapat mengakses layanan SKNBI ketika mereka mentransfer dana melalui cabang bank, mobile banking dan internet banking.

Selain biaya transfer dana dari pelanggan, pengurangan biaya transaksi untuk layanan pengiriman uang juga berlaku untuk layanan yang ditagih ke bank, yaitu dari Rs 1.000 hingga Rs.600 per data keuangan elektronik (EFD). ).

Dengan biaya transfer dana yang lebih rendah, Ery berharap efisiensi sistem pembayaran di Indonesia akan meningkat. Selain itu, ketentuan baru juga harus memperluas jangkauan segmen pelanggan dan meningkatkan transfer bank.

Berdasarkan data BI, transaksi pengiriman uang nominal melalui SKNBI pada tahun 2018 mencapai Rp2.739,86 miliar, naik 13,31% dari 2017, atau 2.417,83 miliar. miliar IDR. Dari sisi volume, transaksi pengiriman uang juga meningkat dari 104,12 juta transaksi menjadi 118,36 juta transaksi.

Selain mengurangi biaya transfer dana nasabah, BI juga telah menaikkan batas transaksi transfer maksimum dari R $ 500 juta menjadi Rs 1 miliar per transaksi. Peningkatan batas maksimum menjadi 1 miliar rupee juga berlaku untuk layanan pembayaran konvensional.

Peningkatan batas maksimum transaksi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna, individu dan perusahaan, untuk transaksi yang lebih besar. Batas maksimum untuk layanan kliring skrip debit dan layanan penagihan standar adalah 500 juta rupee per transaksi.

Tidak seperti layanan pengiriman uang real-time, layanan pengiriman uang melalui SKNBI biasanya memakan waktu beberapa jam untuk mencapai akun tujuan.

Untuk meningkatkan layanan, efektif 1 September 2019, proses pembayaran transfer dana melalui SKNBI akan meningkat menjadi 9 kali per hari, setiap jam dari jam 8:00 hingga 16:45.

Saat ini, proses transfer dana hanya menggunakan kliring 5 kali sehari pada jam 9:00, 11:00, 13:00, 15:00, 15:00 dan 16:45.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *