BI mengungkapkan perbedaan uang kripto libra Facebook dan Bitcoin

Bank Indonesia (BI) mengevaluasi Libra, mata uang virtual (cryptocurrency) yang dipegang oleh Facebook Inc. berbeda dari mata uang virtual lainnya, seperti Bitcoin. Karena Libra memiliki penjamin aset, tidak seperti Bitcoin.

Juda Agung, kepala departemen kebijakan makro-kehati-hatian BI, mengatakan bank sentral nasional masih mempelajari mata uang Mark Zuckerberg. Namun, sejauh ini, dia mengatakan bahwa Libra sangat berbeda dari Bitcoin.

Libra memiliki penjamin aset bernilai tinggi, seperti emas dan obligasi Treasury AS. Selain itu, ada asosiasi yang mengawasi di Jenewa, Swiss.

“Jadi itu sangat berbeda antara Libra dan Bitcoin, dan kita akan melihat apakah itu lebih seperti mata uang asing, seperti dolar AS, misalnya,” kata Yehuda di wilayah Thamrin Jakarta, Rabu (26/06). .

Sedangkan Bitcoin, dianggap cukup berisiko karena tidak jelas penjamin (underlying) dan penuh dengan unsur spekulasi. Selain itu, jumlah terbatas juga berarti harga mudah berfluktuasi.

Meskipun memiliki penjamin aset, Yehuda tidak menyebut Libra berpotensi lebih aman daripada Bitcoin dan mata uang virtual lainnya. Dia menegaskan bahwa BI masih membutuhkan waktu untuk belajar Libra.

“Ini belum keluar, baru diumumkan pada kuartal pertama tahun depan, hanya untuk digunakan,” katanya.

Di sisi lain, ia kembali menekankan bahwa masyarakat tidak akan tergoda untuk menggunakan Libra sebelum ada sikap IB. Karena menurut UU No. 7 tahun 2011 tentang mata uang, satu-satunya mata uang sah yang digunakan di negara ini adalah rupee.

“Pada dasarnya, instrumen pembayaran yang sah adalah rupee, jadi di luar rupee, instrumen pembayaran lainnya ilegal di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Facebook mengumumkan munculnya perusahaan penyedia uang kriptografi, Calibra. Layanan keuangan ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi dalam jaringan pembelian dan penjualan mata uang kriptografis.

Sementara itu, Libra berencana untuk menerapkan secara global dan mendapat manfaat dari teknologi blockchain. “Libra akan tersedia di Messenger dan WhatsApp, kami memperkirakan bahwa Libra akan diluncurkan pada tahun 2020,” tulis juru bicara Facebook.

Namun, Maxine Waters, ketua Komite Layanan Keuangan AS, meminta Facebook untuk berhenti mengembangkan layanan Libra. Selain itu, ia juga meminta para eksekutif perusahaan untuk bersaksi di hadapan Kongres AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *