BPN Soal Selisih Jokowi-Prabowo 11 persen di Survei: Indikasi Kami Menang Pilpres

Elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengejar Joko Widodo- Ma’ruf Amin versi survei Litbang Kompas. Berdasarkan survei itu, selisih antar paslon tinggal 11,8 persen. Jokowi – Maruf mendapat perolehan suara 49,2 persen, berbanding Prabowo-Ma’ruf 37,4 persen.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga Suhud Alynudin mengatakan hasil survei tersebut mirip dengan survei internal. Survei tersebut, menurutnya, menandakan kemenangan bagi paslon 02 di Pilpres 2019.

“Indikasi kami akan menang insya Allah di Pilpres 2019 mendatang,” kata Suhud kepada wartawan, Rabu (20/3).

Suhud menganalisis, elektabilitas Jokowi akan stagnan di angka 50 persen. Dia memprediksi akan sulit bagi paslon 01 untuk mendongkrak elektabilitas di sisa masa kampanye ini.

“Pemilih loyal Pak Jokowi di bawah 40 persen. Artinya, saat ini susah buat dia genjot elektabilitas dalam waktu 1 bulan,” ujarnya.

Melihat kondisi di lapangan, kata Suhud, swing voters kecil kemungkinan bakal mendukung Jokowi-Ma’ruf. Kemungkinan besar, menurutnya, arah dukungan para swing voters mengarah ke Prabowo-Sandiaga atau memilih golput alias tidak memilih.

“Kami yakin swing voters takkan lari ke petahana. Paling apes mereka golput. Namun kami yakin sebagian besar akan ke pasangan Prabowo-Sandi insya Allah,” klaim Suhud.

Merujuk survei tersebut, elektabilitas Prabowo-Sandiaga masih kalah telak di beberapa daerah, semisal Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jateng, paslon 02 mengantongi suara 18,4 persen dan Jatim 27,8 persen.

Suhud memprediksi elektabilitas paslon 02 akan naik di dua daerah tersebut. Sosok Sandiaga dijadikan strategi bagi BPN untuk mendongkrak elektabilitas.

“Kami yakin faktor Pak Sandi masih berpeluang untuk mendorong elektabilitas, khusus untuk Jateng dan Jatim,” tandasnya.

Dikutip merdeka.com dari Harian Kompas Rabu (20/3), berdasarkan survei terbaru Litbang Kompas elektabilitas Jokowi dan Prabowo saat ini lebih tipis dibandingkan survei Litbang Kompas Oktober 2018. Elektabilitas Jokowi dan Prabowo saat ini hanya selisih 11,8 persen. Jokowi – Maruf mendapat perolehan suara 49,2 persen, sedangkan Prabowo-Ma’ruf 37,4 persen. Sebanyak 13,4 persen masih merahasiakan pilihannya.

Metode pengumpulan pendapat menggunakan wawancara tatap muka sejak tanggal 22 Februari – 5 Maret. Survei ini diikuti 2.000 responden yang dipilih secara acak dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Tingkat kepercayaannya 95 persen dengan margin of error penelitian plus/minus 2,2 persen.

Sebelumnya pada Oktober 2018 lalu, Litbang Kompas juga telah merilis elektabilitas dua pasangan capres. Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebanyak 52,6 persen sedangkan Prabowo- Sandiaga Uno 32,7 persen. Sebanyak 14,7 persen masih merahasiakan pilihannya. Saat itu, selisih suara keduanya masih 19,9 persen.

Sumber: Merdeka.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *