Cara TNI Rekrut Kopassus Sebagai Prajurit Terbaik Masuk Anti Teror

1. Melakukan Serangkaian Tes

Pertama jika tertarik ingin menjadi prajurit penanggulangan teror harus mengikuti serangkaian tes. Mulai dari tes psikologi harus di atas rata-rata 110.

Kemudian dilanjutkan dengan tes kesehatan (stakes I). Stakes I adalah kondisi tidak ada kelainan atau penyakit sama sekali atau kalau ada kelainan tersebut adalah sangat ringan atau tidak berarti, sehingga memenuhi persyaratan medis untuk menjadi calon anggota TNI.

Dilanjutkan dengan tes jasmani, kemudian tes akhir atau Penilaian Panitia Penentu Akhir (Pantukhir) untuk menentukan calon prajurit ini lolos seleksi atau tidak.

2. Mengikuti Pendidikan Pelatihan Khusus

Proses rekrumen prajurit penanggulangan teror di mulai sejak seorang prajurit selesai mengikuti pendidikan untuk melatih Pasukan Para Komando, khususnya yang akan bergabung ke Kopassus.

Pendidikan Komando yang berlangsung selama kurang lebih tujuh bulan terbagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama calon prajurit komando dilatih keterampilan dasar. para calon prajurit komando berlatih untuk menjadi pendaki serbu, penjejakan, anti penjejakan, survival di tengah hutan. Dalam Pelatihan Survival, calon Prajurit komando harus bisa hidup di hutan dengan makanan alami yang tersedia di hutan.

Tahap kedua seluruh peserta akan dilepas di hutan dan pegunungan masing-masing sebanyak dua kali selama 6 minggu, dan tahap selanjutya tahap ketiga diakhiri dengan tahap rawa laut selama 4 minggu. Dalam tahap rawa, calon prajurit komando berinfliltrasi melalui rawa laut. Di sini, materi Latihan meliputi navigasi Laut, Survival laut, Pelolosan, Renang ponco dan pendaratan menggunakan perahu karet.

Dari pelatihan tersebut, prajurit akan ditempatkan di satuan tempur Grup 1 dan Grup 2, baik untuk orientasi atau mendapatkan pengalaman tempur. Anggota Satgultor 81/Kopassus diambil dari anggota minimal berdinas aktif 2 tahun di Gup-Grup Jajaran Komando Pasukan Khussus TNI Angkatan Darat.

3. Kemampuan Detasemen-81 Anti Teror

Seorang prajurit yang tergabung dalam Detasemen-81 Kopassus memiliki kemapuan untuk melaksanakan pembebasan sandera. Karena prajurit yang tergabung dalam satuan ini memiliki spesialisasi kemampuan khusus operasi anti teror dan mahir menggunakan berbagai jenis senjata

Sumber: Merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *