Data Ketenagakerjaan AS Bikin Dolar Melemah Jadi Rp14.118 per USD

Data Ketenagakerjaan AS Bikin Dolar Melemah Jadi Rp14.118 per USD

Nilai tukar rupiah berada di posisi 14.118 rupiah terhadap dolar AS pada pasar tunai Senin pagi (8/7). Angka ini turun 0,25% dari perdagangan rupiah pada penutupan pada Jumat (5/7), yang berdiri di 14.082 rupiah terhadap dolar.

Pagi ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong melemah 0,05%, yen Jepang 0,07% dan dolar Singapura 0,08%.

Kemudian, ringgit Malaysia turun 0,21%, peso Filipina melemah 0,22% dan won Korea Selatan melemah 0,53%. Namun, hanya baht Thailand yang menguat terhadap dolar AS dengan nilai 0,02%.

Pada saat yang sama, pergerakan mata uang negara-negara maju juga bervariasi relatif terhadap dolar AS. Euro turun 0,02%, dolar Australia menguat 0,04%, tetapi pound sterling tidak bergerak terhadap dolar AS.

Ariston Tjendra, kepala Monex Investindo Research, mengatakan data pekerjaan AS yang dirilis pada hari Jumat (5 dari 7) adalah katalis untuk rupiah awal pekan ini. Angkatan kerja terdaftar AS meningkat 224.000 pada Juni, atau melonjak drastis dari posisi Mei, yang hanya 72.000 pada Mei.

Hal ini tentu membuat harapan para pelaku pasar terpusat pada kemungkinan bagi bank sentral AS untuk tidak mengubah kebijakan suku bunga acuannya, suku bunga federal.

Pada hari Selasa, pasar akan memperhatikan pidato gubernur bank sentral AS, Jerome Powell, dan pejabat bank lainnya, seperti James Bullard dan Ramdan Quarles, untuk mengkonfirmasi arah kebijakan The Fed. Kepada Ariston kepada Detikmania.com Senin (8/7).

Pada saat yang sama, Deddy Yusuf Siregar, seorang analis untuk Asia Tradepoibt Futures, mengatakan bukan tidak mungkin rupiah menguat hari ini. Memang, bukan tidak mungkin bahwa eskalasi perang perdagangan AS dengan Cina, India atau Uni Eropa mendorong investor untuk beralih ke mata uang lainnya.

Selain itu, kebijakan ekonomi era Trump agak tidak sinkron. Baru akhir pekan lalu, Trump kembali melobi Fed untuk menurunkan suku bunganya.

“Bukan tidak mungkin rupiah akan semakin menguat, tetapi hari ini, rupiah akan terus tumbuh pada tingkat konsolidasi, yaitu antara 14.100 dan 14.140 rupiah per dolar,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *