Fakta-Fakta Mengejutkan Terungkap di Sidang Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet menjalani sidang perdana, Kamis (28/2) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kasus penyebaran berita bohong. Saat itu Ratna mengaku dianiaya oleh sekelompok orang saat berada di Bandung, Jawa Barat. Namun nyatanya, bengkak-bengkak di wajahnya adalah bekas operasi plastik.

Dalam sidang perdana ini ada beberapa fakta persidangan yang diungkap. Berikut ini fakta-faktanya dalam persidangan Ratna Sarumpaet:

1. 4 Kali Mengadu Dianiaya untuk Rocky Gerung

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa, terungkap Ratna dihabiskan untuk mengambil foto wajah dalam kondisi babak untuk beberapa pihak, salah satunya pengamat politik Rocky Gerung.

Tak tanggung-tanggung, Ratna ‘mengadu’ ke Rocky dengan semua cerita rekayasanya sebanyak empat kali. “Terdakwa mengirim beberapa foto yang ditayangkan dan dikirim ke Rocky Rocky dengan pesan ‘Tidak Untuk Umum’,” kata Jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Tercatat, Ratna mengirim pesan ke Rocky Gerung pada 25 September 2018 Ratna mengirim beberapa foto meminta lebam dan bengkak untuk Rocky Gerung melalui Whatsapp. Kemudian pada tanggal 26 September 2018, Ratna kembali mengirim pesan pada 27 September 2018.

Dia mengungkap negeri semakin hancur. “Terdakwa mengirim lagi berita kepada saksi Rocky Gerung dengan pesan: ‘Hei Rocky negerinya semakin gila dan hancur perlu :)’. Dan pukul 16.33 WIB dengan pesan ‘Perlu kamu buruk’, pukul 16.36 WIB dengan pesan ‘Pasti kamu senang sekali di sana ya. Penghormatan pada alam, memberkatimu. ”

Ratna kembali mengirimkan beberapa foto yang dikirim bengkak dan lebam ke Rocky Gerung pada 28 September 2018. “Terdakwa mengirim lagi melalui Whatsapp

2. Ratna Bilang Dipukulin Laki-Laki

Jaksa Penuntut Umum La Maria Siregar mengungkap di tanggal 21 September 2018 sekira pukul 16.00, Ratna mengatakan kepada saksi Ahmad Rubangi, Saharudin dan Makmur Julianto alias pergi ke Bandung.

“Namun ternyata terdakwa tidak pergi ke Bandung, tetapi pergi ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat untuk melakukan tindakan perbaikan operasi medis (facelift) atau tarik muka (pengencangan kulit muka),” kata jaksa.

Di rumah sakit, Ratna sudah sepakat bertemu dengan saksi dr. Sidik Setiamihardja SPBp. Kemudian Ratna dipindahkan di kamar perawatan B1 lantai 3 untuk dipindahkan rawat inap sejak Jumat, 21 September 2018 hingga dengan Hari Senin tanggal 24 September 2018.

Kemudian, 24 September 2018, Ratna kembali ke kediamannya. Namun, dalam perjalanan Ratna mengirim beberapa foto wajah Terdakwa yang dalam kondisi lebam dan bengkak ini untuk saksi Ahmad Rubangi.

“Atas pengiriman folo Terdakwa ini ditanggapi oleh saksi Ahmad Rubangi dengan membalas pesan ‘Ya Allah, Kak sampai begitu’,” ucap jaksa menirukan balasan dari saksi.

“Dan dijawab oleh terdakwa, ‘dipukulin 2 laki-laki’,” sambungnya.

3. Mengaku Dianiaya dan Minta Ketemu Prabowo

Ratna Sarumpaet sambil menangis mengaku dianiaya kepada Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Ratna Sarumpaet bahkan meminta Said Iqbal untuk mendengarkan ceritanya tersebut.

“Bahwa pada hari Jumat tanggal 28 September 2018 pukul 23.00 WIB Terdakwa meminta atau menyuruh saksi Saharudin untuk menelpon saksi Said Iqbal. Setelah terhubung Terdakwa sambil menangis menyampaikan kepada saksi Said Iqbal bahwa Terdakwa dianiaya dan meminta saksi Said Iqbal untuk datang ke rumah Terdakwa,” kata Jaksa Penuntut Umum Las Maria Siregar.

Selanjutnya pada pukul 23.30 WIB saksi Said Iqbal datang ke rumah Terdakwa. Setelah bertemu dengan Terdakwa sambil menangis Terdakwa mengatakan ‘kakak dianiaya’ dan menceritakan kronologis penganiayaan yang dialami Terdakwa dengan menunjukkan foto wajah lebam dan bengkak di handphone milik Terdakwa.

Ratna Sarumpaet juga meminta kepada Saiq Iqbal untuk dipertemukan dengan Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto. Ratna Sarumpaet juga sebelumnya telah meminta kepada anggota dewan pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres dan Cawapres Prabowo-Sandiaga untuk dipertemukan dengan mantan Danjen Kopassus tersebut.

“Kemudian Terdakwa meminta kepada saksi Saiq Iqbal untuk dipertemukan dengan Prabowo Subianto. Sebelumnya Terdakwa juga sudah berbicara dengan saudara Fadli Zon dan mendapatkan informasi bahwa sedang diatur waktunya untuk bertemu dengan saudara Prabowo Subianto dan Terdakwa juga mengirimkan 3 (tiga) buah foto wajah lebam dan bengkak ke handphone saksi Said Iqbal dengan Whatsapp dan diteruskan kepada ajudan Prabowo Subianto.”

4. Mengakui Kesalahan

Ratna Sarumpaet mengakui kesalahan di hadapan majelis sidang. Pengakuan diucapkan seusai jaksa membacakan dakwaan di sidang perdana kasus penyampaian berita bohong atau hoaks di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya ingin berbicara dengan warga negara yang harus berhadapan dengan pengadilan. Pengalaman dari saya ditangkap dan apa yang saya minta baik melalui bacaan saya betul melakukan kesalahan,” ucap Ratna, Kamis (28/2).

Meski Ratna menjawab beberapa hal yang tidak sesuai fakta. Ratna melihat kasusnya bernuasa politik. “Yang terjadi di lapangan dan terjadi peristiwa penyidikan ada yang terjadi ini politik,” ucap dia.

Karenanya Ratna. Sarumpaet berharap majelis hakim. “Dengan persidangan dengan semua yang ada di sini. Marilah menjadi pahlawan untuk bangsa ini. Bukan untukku. Tapi di atas segalanya hukum bukan untuk memerintah,” kata Ratna.

sumber: merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *