Formula E Menjadi Peluang Bagi Mobil Listrik untuk Membuktikan Bisa Fast Charging

Kasus PositifMeninggal DuniaSembuh
Indonesia5794930
Seluruh Dunia341,52614,74899,040
Data per 23 Maret 2020 pukul 15.45 WIB. Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, WHO.

Formula E Menjadi Peluang Bagi Mobil Listrik untuk Membuktikan Bisa Fast Charging

Tubuh Pengkajian serta Pelaksanaan Teknologi( BPPT) berharap ajang Resep E dapat menguji coba desain fast charging station kendaraan listrik alias Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Universal( SPKLU).

Kepala BPPT, Hammam Riza berkata uji coba ini hendak membuat SPKLU dapat mempunyai kenaikan dari sisi desain. Alasannya pengisian energi buat mobil balap Resep E pasti berbeda dengan mobil listrik.

” Iya kita mau SPKLU di uji coba di Resep E. Sebab Resep E itu terdapat charging, sangat tidak kita itu kan mau di uji hasil desain kita hasil pengembangan kita, supaya cocok dengan standar industrinya,” ucap Hammam di kantor BPPT, Senin( 24/ 2).

Hammam berkata dikala ini SPKLU kepunyaan BPPT diyakini belum dapat mengisi energi jet darat Resep E. Hendak namun, dia berharap kapasitas SPKLU BPPT dapat diuji coba demi kemajuan teknologi SPKLU di Indonesia.

Dengan uji coba ini, dia berharap terdapatnya lompatan teknologi dari SPKLU. Dia berkata ke depan SPKLU tidak cuma menjajaki pertumbuhan teknologi, tetapi pula sanggup menanggapi kebutuhan- kebutuhan nyata di pasar.

” Itu mereka memiliki standar yang bisa jadi waktunya sedikit tetapi perlu kapasitas ampere yang besar. Ini ialah tantangan, sangat kita tidak belajar,” kata Hammam.

Dikala ini BPPT sudah Menilik 3 SPKLU yang terletak di Jakarta, Serpong, serta Bandung. Sumber tenaga SPKLU ini dibesarkan dengan memakai photovoltaic( PV) ataupun panel surya.

Kedatangan SPKLU jadi berarti dengan terbitnya Perpres Nomor. 55 Tahun 2019 pada 12 Agustus 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Pengembangan infrastruktur SPKLU lanjut Hammam, membutuhkan komitmen serta sokongan segala pemangku kepentingan, supaya terbentuk ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik( KBL) yang kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *