Gibran Mengandalkan Jaringan Relawan, Dalam Mencari Informasi Daerah yang Bisa Di Kunjungi

Gibran Mengandalkan Jaringan Relawan, Dalam Mencari Informasi Daerah yang Bisa Di Kunjungi

Mengandalkan jaringan sukarelawan, Gibran Rakabuming Raka mengumpulkan data wilayah mana yang hendak ia kunjungi serta siapa yang hendak ia temui. Meninggalkan aktivitasnya di dunia bisnis, Gibran mau mencermati aspirasi masyarakat Solo.

Semenjak memutuskan turut bertarung di Pilkada Solo yang hendak diselenggarakan September 2020, Gibran mulai giat berkelana. Nyaris tiap hari ia mendatangi masyarakat di kampung- kampung, berkelana pasar, sampai riding bareng komunitas motor. Blusukan jadi metode Gibran buat menghadirkan diri sabagai bakal calon wali kota Solo.

Hasilnya juga positif. Survei internal bulanan yang dicoba timnya, menampilkan peningkatan elektabilitas serta popularitas.” Hasilnya jauh banget dibanding dahulu,” kata Gibran mengacu pada survei dini yang dicoba Lembaga Kajian Publik Universitas Slamet Riyadi Solo.

Enggan mengatakan lembaga serta hasil surveinya, Gibran pula menolak mengatakan berapa angka elektabilitas pesaingnya, Achmad Purnomo.” Ya rahasia dong, nanti saja jika waktunya telah pas, supaya lembaga survei saja yang manggil sahabat,” ucapnya di Solo 6 Februari kemudian.

Catatan merdeka. com, Gibran memanglah sangat merahasiakan siapa konsultan politik serta lembaga survei yang membantunya. Gibran pula belum membentuk regu sukses formal. Ia beralasan menunggu saran turun.

Dalam kegiatannya, Gibran cuma dibantu beberapa sukarelawan. Walaupun begitu tercatat telah terdapat 26 kelompok sukarelawan yang melaporkan jadi pendukung. Puluhan kelompok sukarelawan tersebut ialah simpul jaringan yang tergabung di dasar kendali induk organisasi sukarelawan Kancane Gibran Gess( Kagege).

Sehabis menjajaki bugat and proper test di DPP PDIP dini minggu ini, Gibran melaporkan terus menjadi optimistis menemukan saran. Ia juga hendak melanjutkan aktivitas blusukan sembari menunggu pengumuman.

” Ya wajib optimistis, pimpinan itu wajib senantiasa optimistis. Kita tunggu saja, aku tidak ketahui bisa jadi akhir bulan ataupun Maret. Kita tunggu saja keputusan dari Bunda Pimpinan Universal PDIP,” ucapnya, Selasa 11 Februari kemudian.

Konsolidasi Internal PDIP

Belum diumumkannya saran pendamping calon yang diusung di Pilkada Solo oleh PDIP, tercantum pilkada di daerah yang lain, dinilai sebab PDIP lagi melaksanakan konsolidasi internal. Spesial buat Solo, siapapun yang diusung, Gibran ataupun pendamping Purnomo- Teguh yang disodorkan DPC PDIP Solo, partai butuh menyatukan perilaku dari pengurus pusat sampai ke wilayah.

” Problem PDIP sendiri merupakan menyolidkan DPP, DPD, ataupun DPC,” kata pengamat politik dari UGM Arie Sudjito kepada merdeka. com, Kamis( 14/ 2).

Arie meningkatkan, bila internal PDIP solid, saran itu dapat dikeluarkan dalam waktu secepatnya.” Jika dinamika belum solid masih menunggu waktu- waktu terakhir. Masih terdapat lobi politik antar kelompok di partai di tingkat Solo sendiri, ataupun konsolidasi di tingkat DPP,” ucapnya.

Terpaut konsolidasi internal ini, pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Bandung, Muradi berharap PDIP teliti memutuskan siapa yang hendak diusung. Kedatangan Gibran, putera sulung Presiden Jokowi, hendak jadi momentum untuk PDIP melanjutkan dominasinya di Kota Solo sampai 5 apalagi 10 tahun ke depan.

” Jika memandang suasana politik yang terdapat Solo, perlu pendekatan yang lebih dinamis. Semacam dinamika memilah kader lama, tetapi tidak memiliki elektabilitas tetapi setelah itu terdapat kader baru tetapi memiliki kemampuan buat memenangkan kontestasi,” ucapnya kepada merdeka. com, Kamis( 14/ 2).

Terlebih, lanjut Muradi, PDIP perlu re- genarisi kadernya sehabis FX Hadi Rudyatmo. Mengusung Gibran hendak jadi political benefit jangka panjang untuk PDIP merangkul pemilih- pemilih milenial dibanding melindungi keharmonisan internalnya dengan mengusung Purnomo- Teguh.

” Publik saat ini perlu kreativitas, hal- hal kasar yang baru yang dapat membagikan dampak kejut positif kalau orang ini lebih baik. PDIP wajib memandang ini bagaikan proses transisi dari orang- orang lama, ingin tidak ingin, suka tidak suka, hendak digeser orang muda. Serta kesempatan buat membangun satu pendekatan yang lebih ideologis dengan sasaran massa di Solo. Ya aku kira mereka wajib berani mengusung nama Gibran bagaikan wali kota Solo,” papar Muradi.

” Jika PDIP mau lompatan, ya seleksi Gibran, jika PDIP mau wajar semacam ini ya seleksi Pak Purnomo. Ini satu peluang yang tidak tiba 2 kali. Jika tidak diolah dengan baik hingga PDIP hendak kehabisan momentum buat 2024. Solo serta Jawa Tengah itu basisnya, jantungnya PDIP serta kelompok nasionalis. Jangan hingga itu jadi blunder,” imbuh Muradi.

Senada, pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret( UNS) Solo, Agus Riewanto pula memperhitungkan, bila Gibran diseleksi, re- genarisi di DPC PDIP Solo hendak terjalin. Terlebih kepengurusan dikala ini didominasi oleh tokoh- tokoh yang telah senior.

” Wajib terdapat re- genarisi. Pengurus dikala ini telah generasi X alias Baby Boomers. Wajib ditukar generasi Y,” tukasnya.

Lawan Kotak Kosong

Dengan dominasi PDIP serta pasrahnya parpol- parpol lain, kesempatan melawan kotak kosong di Pilkada Solo hendak lumayan besar. Siapapun yang memperoleh saran DPP PDIP, si pendamping calon mungkin besar tidak memperoleh lawan.

Pimpinan Tubuh Pemenangan Pemilu serta Pemilukada DPD PKS Solo Sugeng Riyanto, mengaku hendak sangat susah menyatukan partai di luar PDIP buat berkoalisi mengusung pendamping calon penantang.

” Walaupun jumlah sofa PKS terbanyak kedua, tidak lumayan. Serta membangun kapal koalisi dikala ini tidak gampang.( kotak kosong) Itu yang PKS tidak kehendaki. Sebab sama dengan matinya demokrasi serta PKS hendak terus berupaya hingga titik terakhir buat itu,” katanya.

Menjawab kesempatan melawan kotak kosong, Pimpinan DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto melaporkan tidak sangat takut.

” Ini kan kenyataan di lapangan, jika memanglah tidak terdapat lawan kita ingin ngomong apa. Jika enggak terdapat lawan tanding ingin apa, wong kita enggak rekayasa. Namun jika terdapat yang mau bertanding melalui independen pula dapat. Spesial pilkada kabupaten serta provinsi untuk masyarakat negeri yang menginginkan jabatan wali kota Bupati gubernur, jalan independen senantiasa dibuka.

Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio malah menegaskan, kotak kosong sempat mencatat sejarah menang di pilkada Kota Makassar 2018 kemudian. PDIP pasti tidak ingin dipermalukan kalah lawan kotak kosong.

” Makanya pekerjaan rumah Mas Gibran, jika telah bisa saran senantiasa menyolidkan PDIP,” ucap Hendri.

Sedangkan pengamat politik dari Unpad Bandung, Muradi memperhitungkan, PDIP hendak solid pada waktunya kala saran diumumkan.

” Satu kepribadian unik dari PDIP merupakan betapapun mereka cakar- cakaran saat sebelum penetapan saran, tetapi sehabis saran, seluruh kader taat asas kok. Itu yang terjalin di sebagian permasalahan, semacam era Pak Ganjar dengan Rustriningsih. Sehabis diresmikan itu terkonsolidasi dengan baik. Perihal sama hendak berlaku pula di Solo,” percaya ia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *