Gubernur Sultra Siap Diperiksa Polisi soal Desa Fiktif

Gubernur Sultra Siap Diperiksa Polisi soal Desa Fiktif

Gubernur Sulawesi Tenggara( Sultra) Ali Mazi melaporkan siap ditilik pihak kepolisian Polda Sultra terpaut permasalahan dugaan desa fiktif yang menerima aliran dana desa, di Kabupaten Konawe. Dikala ini permasalahan dugaan desa fiktif lagi ditangani oleh jajaran Polda Sultra.

” Sebab ini kan ditangani oleh pihak kepolisian. Kita kan enggak dapat masuk ke dalam itu. Ya, jika kita dimohon penjelasan ya bersedia,” kata Ali di Lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat( 8/ 11).

Ali berkata belum mengenali keberadaan desa fiktif di wilayahnya. Dia juga melaporkan belum memperoleh laporan dari jajarannya. Politikus Partai NasDem itu pula melaporkan belum menemukan panggilan dari Polda Sultra.

” Aku pula belum ketahui, sebab aku belum dikonfirmasi, aku pula belum diberikan laporan. Sebab itu memanglah ranahnya hukum. Kami serahkan saja seluruhnya serta kita percayakan hukum itu terdapat,” ucapnya.

Ali juga belum berencana buat meninjau keberadaan desa fiktif itu yang terletak di Kabupaten Konawe. Dia berkata masih menunggu perintah buat turun ke lapangan memandang kenyataan di lapangan.

” Jika enggak terdapat perintah kan kita enggak boleh cawe- cawe. Jangan hingga kita salah kerja. Kita pasrahkan ke kepolisian kepada kejaksaan kepada KPK, yang telah turut campur. Menteri Keuangan, Menteri Desa. Pasti mereka memiliki kompeten kan,” tuturnya.

Tadinya Penyidik Direktorat Kriminal Spesial Polda Sultra sudah mengecek sebanyak 57 saksi dalam dugaan desa fiktif di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kepala Sub Bidang( Kasubbid) Pusat Pelayanan Data serta Dokumentasi( PPID) Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh menyebut, ke- 57 saksi yang telah ditilik itu di antara lain, kepala desa, pejabat di Kabupaten Konawe, pejabat Pemprov Sultra serta pegawai di Departemen Dalam Negara( Kemendagri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *