Ini adalah posisi transmisi matik yang benar saat mobil berhenti

Perawatan saat mengendarai mobil memiliki transmisi manual dan otomatis yang berbeda. Khususnya, ketika berhenti di lampu merah atau di tempat parkir, pengemudi harus memindahkan tuas transmisi dari posisi D ke posisi N atau P dan menggunakan rem parkir.

Tujuan utama jelas untuk keselamatan pengemudi dan penumpang, serta untuk pemeliharaan sistem transmisi otomatis itu sendiri, karena jika dibiarkan dalam posisi D, itu akan menghadapi masalah dalam periode waktu tertentu.

Jusri Pulubuhu, Direktur Defensive Driving Instruction (JDDC) Jakarta, merekomendasikan agar pengendara menggunakan rem parkir dan memindahkan tuas ke posisi netral ketika berhenti di lampu merah.

“Untuk mobil otomatis yang berhenti, kondisinya cukup lama, misalnya dalam lampu merah yang bisa mencapai hampir dua menit, gerakkan tuas ke netral dan gunakan rem parkir, jangan mengandalkan pedal rem.” kata Jusri di Kompas.com, Selasa (11/6/2019).

Jusri menjelaskan, kebiasaan tidak menggerakkan tuas ke posisi netral dan mengandalkan kaki rem tidak disarankan. Karena jika tuas selalu dalam posisi “D”, itu berarti bahwa transmisi masih berjalan dan bahwa mobil dapat berjalan jika kaki di atasnya tidak cukup kuat.

“Ketika transmisi masih di dalam, mobil itu sepertinya” macet. “Jika penandaannya kurang kuat, mobil bisa bergerak maju.” Peningkatannya tidak cepat, tetapi bisa mengenai sebuah objek di depan Anda, atau jika item baru mengambil tindakan otomatis, itu akan panik, “kata Jusri.

Selain itu, lanjut Jusri, menarik rem tangan saat berhenti di lampu merah juga berguna untuk merawat cakram. Karena disk tidak memeras disk.

“Disk mobil sangat panas, terutama ketika mobil digunakan jarak jauh. Lebih baik menggunakan rem parkir. Jika kita menggunakan pedal rem, disc terus mengunci, tetapi jika itu terjadi terlalu sering, mungkin tidak lurus, “katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *