Advertisement

Ini barang bukti yang di dapatkan dari penggerebekan di Bali.

Detikmania, Denpasar – Tim Satgasus Mabes Polri dan Polda Bali bersama kepolisian China mencecar rumah mewah di Benoa, Bali. Rumah tiga lantai berkolam renang itu diperuntukan sebagai tempat operasional penipuan dan pemerasan di China.

Penggerebekan dilakukan di rumah yang beralamat di Jl Puri Bendesa, Benoa, Bali, pada Sabtu (29/7/2017) pukul 14.30 WITa dan selesai pada pukul 23.00 WITa. Selain mengamankan 31 orang, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

“Ada 38 telepon rumah, 25 modem, 7 router, 10 laptop dan 8 handphone Panasonic disita oleh kepolisian China,” kata Ketua Tim Satgasus Mabes Polri Kombes Pol Turnagogo Sihombing.

Kepolisian dari Negeri Tirai Bambu itu juga menyita seperangkat CCTV dan 6 paspor. Turnagogo menyatakan para tersangka dan barang bukti akan dibawa oleh kepolisian China setelah dikumpulkan di Jakarta.

“27 WNA ini akan kita kumpulkan dengan pelaku lainnya yang beroperasi di Surabaya, Jakarta dan Batam. Setelah itu koordinasi dengan pihak imigrasi untuk identifikasi dan kemudian dideportasi,” ujar Turnagogo.

27 WNA itu terdiri dari 17 WN China dan 10 WN Taiwan. Mereka berurusan dengan kepolisian China karena melakukan penipuan dan pemerasan terhadap penduduk. China dan Taiwan.

“Lantai satu tempat langsung berhubungan dengan calon korban, lantai dua berupa bilik-bilik kedap suara untuk eksekusi transaksi dan lantai tiga sama. Mereka diduga mengincari pejabat atau pengusaha yang bermasalah. Barang bukti beserta para tersangka akan menghadapi proses hukum di China,” pungkas Turnagogo.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *