Janet Yakin Musik Michael Jackson Akan Selalu Dikenang

Almarhum saudara almarhum Michael Jackson, Janet, yakin bahwa sisa-sisa dan musik saudaranya tidak akan hilang, bahkan jika satu dekade King of Pop hilang.

“Itu akan berlanjut,” kata Janet Jackson dalam sebuah wawancara dengan The Sunday Times, yang dikutip oleh Entertainment Tonight.

“Saya suka ketika saya melihat anak-anak meniru diri mereka sendiri, ketika orang dewasa masih mendengar musik. Itu hanya memungkinkan Anda untuk mengetahui dampak keluarga saya pada dunia, “lanjutnya.

Michael Jackson, lahir 29 Agustus 1958, meninggal 25 Juni 2009 karena keracunan obat yang diresepkan oleh dokter pribadinya, Conrad Murray.

Autopsi mengungkapkan bahwa tubuh Jackson mengandung dosis tinggi obat ini, propofol menjadi zat dominan, yang termasuk kategori anestesi dan lorazepam, yang termasuk obat penenang.

Berita kematian Jackson mengejutkan dunia, terutama saat itu ia sedang bersiap untuk menghadiri konser di dunia musik setelah mengalami berbagai masalah, termasuk skandal pelecehan anak.

Michael Jackson dan Janet Jackson saat 1993.

“Saya harap saya tidak terlihat sombong dengan cara apa pun, saya hanya mengatakan apa itu, itu benar-benar kehendaknya, dan saya hanya bisa berterima kasih untuk itu,” kata Janet, dikutip dalam DAN.

Namun sebelum kepergian Michael Jackson, keluarga dan penggemar terganggu oleh rilis film dokumenter Leaving Neverland.

Film dokumenter berisi kesaksian dua pria yang melaporkan selamat dari serangan seksual saat masih anak-anak, oleh Michael Jackson. Peristiwa itu terjadi ketika kedua pria itu tinggal di kediaman Jackson, yang disebut Neverland.

Dampak dari siaran film dokumenter telah menyebar. Banyak stasiun radio enggan mendengarkan lagu-lagu Michael Jackson sampai beberapa museum meninggalkan koleksi King of Pop dari toko mereka.

Untuk film dokumenter dan dampaknya, Janet Jackson enggan memberikan jawaban spesifik kepada Sunday Times. Keluarga Jackson sendiri membantah film dokumenter itu dan menyebutnya “upaya untuk menemukan sensasi dan uang bagi orang mati”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *