Jokowi berkata politik identitas bahayakan bangsa

Presiden Joko Widodo berharap bahwa politik identitas tidak akan terwujud dalam pemilihan daerah berikutnya. Ia menganggap politik identitas sangat berbahaya.

“Jangan sampai ada lebih banyak dalam pemilihan, bahwa pemilihan walikota, gubernur, bupati masih memiliki identitas politik, SARA, yang terkait dengan SARA, sangat berbahaya,” kata Jokowi Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (16/6).

Jokowi mengatakan politik identitas tidak boleh digunakan dalam pemilihan mengingat kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk. Ia mengatakan Indonesia memiliki keragaman suku, bahasa dan agama.

Selain itu, ia ingat bahwa kemajuan pembangunan Indonesia membutuhkan solidaritas. Jokowi mengatakan Indonesia adalah negara besar.

“Tidak ada yang mengira itu adalah negara kecil, jadi jangan lupa, jadi persatuan, harmoni dan harmoni harus diingat,” katanya.

Sebelumnya, LIPI telah menyatakan bahwa politik identitas adalah faktor terpenting dalam mencegah pemilu 2019.

“Para ahli mengatakan potensi yang dapat menghambat pelaksanaan pemilihan tertinggi adalah politisasi SARA dan identitas mencapai 23,6%,” katanya kepada JS Luwansa Hotel, Selasa. , selatan Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *