Jusuf Kala : “Munas Golkar Digelar Normal, Tak Perlu Dipercepat”

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan tidak perlu mempercepat pelaksanaan konsultasi nasional partai Golkar, karena masa jabatan Airangang Hartarto sebagai presiden partai akan berakhir pada Desember 2019.

“Konferensi Nasional Golkar telah kehabisan semua sumber dayanya, jadi itu normal, tetapi masih ada enam bulan lagi, dan kemudian pada bulan Desember, sidang reguler akan diadakan, tunggu,” JK mengatakan kepada kantor wakil presiden. Jakarta, Selasa (6 Juni).

Selain itu, pembentukan majelis umum hingga penunjukan presiden umum yang ingin maju juga membutuhkan biaya yang signifikan.

“Ya, faktanya majelis umum itu mahal, baik biaya pelaksanaan maupun biaya untuk calon,” kata pria yang juga menjabat sebagai ketua umum Golkar.

Ketika berbicara tentang kandidat yang berpotensi menjalankan Golkar, JK mengklaim bahwa ia tidak lagi memiliki hak untuk memilih.

Belakangan, nama Airlangga dan Bambang Soesatyo, juga dikenal sebagai Bamsoet, dikutip. Mereka secara luas disebut-sebut sebagai calon presiden partai pada sidang umum berikutnya. Airlangga, yang saat ini adalah presiden jenderal Golkar, dan Bamsoet, yang merupakan PDP dari Wakorbid Pratama Golkar yang disebut JK, bertemu.

“Saya tidak memiliki hak suara lagi, jadi saya tidak memikirkan itu, jika saya memiliki hak untuk memilih, tentu saja, saya menimbang, tetapi sekarang tidak ada hak untuk memilih,” kata JK.

Di pasar umum Golkar, nama Bamsoet muncul, termasuk pemegangnya, Airlangga Hartarto. Airlangga secara resmi mengumumkan pencalonannya untuk jabatan Golkar. Sementara itu, Bamsoet mengatakan masih menunggu putusan sengketa pemilihan presiden di depan Mahkamah Konstitusi (MK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *