Kalau Enggak Ada Gejolak, itu Bukan Papua Namanya ujar Luhut

Kalau Enggak Ada Gejolak, itu Bukan Papua Namanya ujar Luhut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memperhitungkan normal gejolak di Papua serta Papua Barat sebab ialah bagian dari ekspresi warga.

Perihal itu dikatakannya terpaut bermacam aksi massa di 2 provinsi itu, mulai di Jayapura, Manokwari, Sorong, Fakfak, sampai Merauke. Kericuhan apalagi menyertai aksi massa itu di sebagian wilayah. Insiden- insiden itu dipicu oleh pengepungan asrama mahasiswa Papua serta aksi rasialisme.

” Ya jika orang Papua enggak terdapat gejolak bukan orang Papua namanya. Enggak terdapat apa- apa. Aku kira itu ekspresi mereka saja,” kata Luhut dikala berkunjung ke redaksi CNNIndonesia. com, Jakarta, Jumat( 24/ 8).

Dia menyebut isu- isu rasial sensitif untuk seluruh pihak, tidak terkecuali untuk warga Papua.

” Buat melindungi persatuan serta kesatuan bangsa ini kita jangan bicaralah yang tidak cocok dengan mari( Papua) serta kebalikannya pula,” ucapnya.

Luhut menyebut Indonesia ialah negeri yang rentan hadapi disiintegrasi. Dia lalu menyinggung novel Global Paradox yang ditulis John Naisbitt yang ikut membahas soal ancaman disintegrasi sesuatu bangsa.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, serta Keamanan itu berkata permasalahan etnik, agama, sampai latar balik budaya dapat jadi pemicu perpecahan sesuatu negeri.

Terlebih Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau, di mana tiap- tiap pulau itu ada kebanyakan serta minoritas etnis. Dia mengajak generasi muda buat bersama melindungi perbandingan yang terdapat di Indonesia.

” Latar balik aku Kopassus, nyaris seluruh negara ini telah( aku) lakukan. Serta aku amati gimana perbandingan perbandingan serta persamaan persamaan kita,” tuturnya.

Pensiunan jenderal bintang 4 itu tidak menyangka seruan Papua merdeka yang timbul sepanjang aksi keluhan ribuan warga bagaikan suatu ancaman. Luhut menyebut semenjak dulu telah timbul seruan Papua merdeka.

Bagi Luhut, permasalahan dugaan rasial yang terjalin di Surabaya dapat jadi contoh kalau apapun dapat jadi faktor permasalahan yang lebih besar. Luhut melaporkan warga Papua cinta kepada Presiden Joko Widodo( Jokowi).

” Aku kira enggak[menjadi] sesuatu perihal yang anu( mengecam), asal kita tangani dengan arif, dengan kalem, mestinya enggak terdapat permasalahan,” katanya.

Luhut juga mengapresiasi langkah yang diambil Departemen Koordinator Bidang Politik, Hukum, serta Keamanan dalam merespons gejolak yang terjalin di Papua. Dia pula sepakat dengan keputusan Departemen Komunikasi serta Informatika memblokir akses internet di Papua serta Papua Barat.

Baginya, langkah tersebut wujud prediksi pemerintah semacam yang dicoba dikala kerusuhan usai demo menolak rekapitulasi suara di Bawaslu, pada 21- 22 Mei kemudian.

” Jadi kemarin aku kira langkah dari Kominfo buat menghalangi sedangkan pengiriman data- data aku kira bagus, semacam yang terjalin pada 21 Mei,” tuturnya.

” Aku pikir itu satu langkah, bagi aku langkah yang bagus. Jadi seluruh wajib menahan diri, memandang ini dari segi, kepentingan nasional,” ucapnya meningkatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *