Kampanye di Bengkulu, Ma’ruf Tegaskan Pilpres Tak Seperti Perang Badar

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin mendorong umat beragama untuk membangun teologi kerukunan, bukan konflik. Misalnya, memperbanyak memahami ayat kitab suci yang mendorong kerukunan.

“Mungkin di ayat-ayat itu ada ayat-ayat yang bisa mendorong konflik. Tetapi juga ada ayat-ayat kitab suci yang mendorong kerukunan. Bagaimana kita mengkontekstuasikan pemahamannya,” ujar Ma’ruf dalam dialog antar umat beragama di Bengkulu, Rabu (20/3).

Pemahaman tersebut, kata Ma’ruf, supaya tidak menyalahartikan sehingga memicu konflik. Contohnya, dia menyebut ada kesalahpahaman menyamakan pemilihan presiden dengan perang badar. Mustasyar PBNU itu menyinggung doa Neno Warisman.

“Pilpres bukan perang, ini mencari pemimpin terbaik yang bisa menjaga agama, membangun kesejahteraan, kemakmuran, menjalin kerukunan, bukan perang,” ujarnya.

Doa pun harus diucapkan di situasi yang tepat. Misal doa makan, diucapkan saat sebelum makan. Kalau diucapkan salah situasi bisa berbahaya.

Ma’ruf pun melanjutkan, pemahaman agama yang salah bisa berujung konflik. Makanya, Ketum MUI itu menyarankan memahami agama secara proporsional.

“Kalau suasana damai, tidak boleh kita membunuh mereka. Ngutip ayat siapa yang membunuh orang yang non muslim dalam kesepakatan perjanjian, kamu tidak akan mendapatkan baunya surga. Jangankan surga, baunya saja enggak,” tandas Ma’ruf Amin.

sumber: merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *