Kejaksaan Mengembalikan Berkas Perkara Pembawa Anjing di Masjid

Kejaksaan Mengembalikan Berkas Perkara Pembawa Anjing di Masjid

Kantor Kejaksaan Negeri di Kabupaten Bogor mengembalikan catatan penistaan ​​kepada tersangka SM (52) di Kantor Polisi Bogor. Jaksa menyatakan bahwa file yang dikirim oleh polisi tidak lengkap.

Kepala Unit Humas Kepolisian Bogor, AKP Ita Puspita Lena, mengatakan Kejari mengembalikan kasus tersebut pada 24 Juli 2019.

“Untuk saat ini, file-file tersebut masih menjadi subjek penelitian mengenai pengembalian file (P19) kepada penyelidik. Ada celah yang harus diselesaikan terlebih dahulu oleh penyidik,” kata Ita, dikutip dari Antara Rabu. (7/31).

British Columbia telah didakwa dengan tersangka penistaan ​​agama karena mengangkut anjing di Masjid Al Munawaroh, Sentul, Minggu sore (30/06). SM tiba di masjid dengan seekor anjing dan marah mencari suaminya. Dia menuduh suaminya menikah di masjid.

Ita menjelaskan bahwa file nomor BP / 72 / VII / 2019 / RESKRIM pada awalnya dikirim oleh Penyidik ​​Kepolisian Kabupaten Bogor ke Kejari Kabupaten Bogor pada 11 Juli 2019. Namun, 13 hari kemudian, file dikembalikan ke penyidik.

Kembalinya file ini juga memicu reaksi dari Forum Komunitas Muslim Bogor Raya (FUI).

Sekretaris Jenderal FUI Bogor Raya, Muhammad Al Khathth, meminta Majelis Ulama Kabupaten Bogor di Bogor untuk mengeluarkan fatwa tentang kasus penistaan ​​oleh SM.

“Memang, polisi, pengadilan dan bahkan kantor kejaksaan membutuhkan fatwa MUI, seperti kasus Ahok, dan laporan sejak awal tampaknya belum diterima oleh Mabes Polri.” kata Al Khathathath.

KH Ahmad Mukri Aji, MUI Presiden MUI Kabupaten Bogor, mengatakan akan membentuk fatwa terkait kasus penistaan ​​yang dipimpin oleh SM.

“Nanti, kami akan mengadakan rapat komisi fatwa internal, janji kami adalah memberikan kontribusi (dari FUI Bogor),” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *