Keuntungan Bisnis Otomotif Astra Grup Kian Menyusut

Kasus PositifMeninggal DuniaSembuh
Indonesia5794930
Seluruh Dunia341,52614,74899,040
Data per 23 Maret 2020 pukul 15.45 WIB. Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, WHO.

Keuntungan Bisnis Otomotif Astra Grup Kian Menyusut

Industri raksasa, PT Astra International Tbk, memberi tahu laba bersihnya stagnan di tingkat Rp 21 triliun bersumber pada kinerja 2019. Tetapi, terdapat penyusutan donasi laba bersih dari lini bisnis otomotifnya.

Prijono Sugiarto, Presiden Direktur PT Astra International Tbk, berkata laba bersih bisnis otomotif turun 1 persen jadi Rp 8, 39 triliun dibanding tahun tadinya. Donasi laba bisnis otomotif terhadap laba bersih konsolidasi tahun kemudian tercatat 38, 6 persen. Ini lebih rendah dari tahun tadinya yang 39, 3 persen.

Bersumber pada laporan keuangan Astra Tim 2019 yang diterima Merdeka. com, kemarin, laba bersih ini turun akibat penjualan mobil Astra turun 8 persen jadi 536 ribu unit, walaupun pangsa pasar Astra naik dari 51 persen jadi 52 persen di industri otomotif nasional.

Di bisnis otomotif, Astra Tim mengelola kendaraan bermotor merk Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot, UD Trucks, serta Honda( sepeda motor).

Sedangkan Pemasukan bersih konsolidasi Astra Tim pada tahun kemudian itu turun 1 persen jadi Rp 237, 2 triliun. Penyusutan ini paling utama diakibatkan penyusutan pemasukan dari bisnis otomotif serta agribisnis.

Astra Honda Jual 4, 9 Juta Unit Motor

Sedangkan penjualan sepeda motor Astra Honda naik 3 persen jadi 4, 9 juta unit dengan pangsa pasar 76 persen. Pada 2019, Astra Honda sudah meluncurkan 6 model baru serta 21 model revamped.

Sebaliknya bisnis komponen otomotif tim, PT Astra Otoparts Tbk, mencatat peningkatan laba bersih 21 persen jadi Rp 740 miliyar. Penyebabnya peningkatan pemasukan dari segmen pasar suku cadang pengganti ataupun replacement market( REM) serta menyusutnya bayaran penciptaan.

Kinerja tim sepanjang 2019 terimbas pelemahan mengkonsumsi dalam negeri serta rendahnya harga- harga komoditas, tetapi diuntungkan kenaikan kinerja dari bisnis jasa keuangan serta donasi dari tambang emas tim yang baru diakuisisi. Prospek 2020 masih menantang, akibat ketidakpastian keadaan makro eksternal, kompetisi di pasar mobil, dan harga- harga komoditas yang lemah. Tetapi, kami percaya tim terletak pada posisi baik buat menggunakan momentum dari tiap revisi keadaan ekonomi, ucap Prijono.

Bisnis Otomotif Stagnan di 2020

Tadinya, Gidion Hasan, Direktur Astra International, melaporkan pangsa pasarnya di pasar mobil Indonesia pada 2020 terletak di tingkat 51 persen. Pertimbangannya, pasar mobil nasional tahun ini diprediksi cuma naik 5 persen jadi 1, 077 juta unit.

Dengan demikian pangsa pasar Astra di bisnis otomotif nasional tahun ini cenderung stagnan, sebab pada tahun kemudian pangsa pasarnya di tingkat 52 persen.

” Memanglah cenderung stagnan bisnis otomotif Astra, sebab pasar nasional diprediksi cuma naik 5 persen,” ucap Gidion kepada Merdeka. com dikala ditemukan di pembukaan Astra Auto Fest 2020 di Astra Biz Center, BSD City, Tangerang, Rabu( 19/ 2).

Suparno Djasmin, Direktur Astra International yang pula Chief Astra Financial, meningkatkan grupnya mengakui kalau pasar otomotif tahun ini cenderung lesu semacam tahun kemudian. Keadaan pasar pada Januari tahun ini buktinya, yang masih belum berkembang menjajaki tahun kemudian.

” Hingga itu, pangsa pasar Astra wajib naik. Triknya, kami bekerja sama memaksimalkan segala value chain Astra baik di bisnis kendaraan bermotor roda 4, roda 2 ataupun jasa keuangan,” ucap Suparno di peluang yang sama.

Per Januari 2020, total penjualan mobil Astra Tim menggapai 40. 289 unit, setara dengan 50 persen pasar mobil nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *