KPU :”Sengketa Pileg Banyak Persoalkan Kursi Terakhir”

KPU :”Sengketa Pileg Banyak Persoalkan Kursi Terakhir”

Komisaris Komisi Pemilihan Umum Indonesia (KPU), Ilham Saputra, mengatakan bahwa perselisihan tentang pemilihan legislatif 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) menimbulkan banyak pertanyaan tentang perbedaan suara ketika memperoleh kursi akhir .

“Kebanyakan dari mereka adalah selisih antara partai di kursi terakhir, selisih suara,” kata Ilham di Jakarta, Selasa (2/7) malam.

Argumennya adalah bahwa permohonan diajukan, katanya, antara lain tentang pemindahan suara di beberapa daerah pemilihan (konstituensi) dari satu partai ke partai lain dan hilangnya suara yang seharusnya diperoleh.

Sebelumnya, KPU telah menyatakan akan menghadapi 250 sengketa legislatif, baik untuk tingkat IR RPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten / kota, dalam permintaan hasil pemilihan umum (PHPU) dari Mahkamah Konstitusi.

Untuk sidang pendahuluan yang akan diadakan dari 9 hingga 12 Juli 2019, KPU Republik Indonesia dan provinsi terus mengorganisir strategi, menyiapkan bukti dan berkoordinasi dengan wali amanat distribusi perselisihan sesuai dengan pesta.

“Jadi, tentu saja, tentu saja, mengapa dan apa yang kami putuskan untuk pertahankan, maka kami menempatkan strategi untuk menjawab pertanyaan itu,” kata Ilham.

Hasil rekapitulasi penghitungan suara nasional untuk pemilihan legislatif 2019 RPR DPR menunjukkan bahwa sembilan dari 16 partai politik yang berpartisipasi dalam pemilihan 2019 telah mencapai ambang parlemen 4%.

Sembilan bagian itu adalah:

1. PDIP: 27.053.961 (19,33%)
2. Gerindra: 17.594.839 (12,57 persen)
3. Golkar: 17.229.789 (12,31 persen)
4. PKB: 13.570.097 (9,69 persen)
5. Nasdem: 12.661.792 (9,05%)
6. CMC: 11.493.663 (8,21 persen)
7. Demokrat: 10.876.507 (7,77%)
8. PAN: 9.572.623 (6,84 persen)
9. PPP: 6.323.147 (4,52%)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *