Mahkama Konstitusi Membatasi 15 Saksi, Badan Pemenang Nasional Menyiapkan 30 Saksi Untuk Cadangan

Seorang anggota Organisasi Nasional (NPO) yang menang, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Nicholay Apriliando mengklaim bahwa partainya memiliki hak untuk menyiapkan 30 saksi untuk litigasi pemilihan presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi .

Dia menyatakan bahwa dia tidak nyaman dengan asumsi bahwa BPN tidak memahami proses hukum persidangan.

Sebelumnya, juru bicara MP, Fajar Laksono, mengatakan jumlah maksimum saksi adalah 15, ditambah dua saksi ahli.

“Kami ingin menyiapkan 100 hak kami. TCN ingin menyiapkan 1.000 hak mereka,” kata Nicholay kepada pusat pers Prabowo-Sandi di Jakarta, Senin (6 dari 17).

Nicholay menjelaskan bahwa dia telah menyiapkan 30 saksi untuk mencegah hal-hal yang kurang menyenangkan. Misalnya, jika ada saksi yang sakit atau yang tiba-tiba tidak dapat terus bersaksi.

Dia menunjukkan bahwa BPN hanya akan menggunakan 15 saksi. Dengan kata lain, 30 orang siap untuk menggantikan ketika saksi tiba-tiba tidak dapat lagi mendukung kesaksian mereka.

“Kami tidak mengerti hukum acara, dari 15 orang yang tahu apakah ada yang sakit, atau tidak bisa tinggal, dll. Jadi kami menyiapkan 30, tapi kami masih mengikuti PMK,” kata Nicholay.

Juru bicara Fajar Laksono mengatakan saksi yang bisa dibawa ke pengadilan adalah 17 orang, termasuk 15 saksi dan 2 saksi ahli. Peraturan ini berlaku untuk masing-masing pihak yang berselisih.

“Majelis hakim memutuskan bahwa saksi telah memperkenalkan 15 saksi dan dua saksi ahli,” kata Fajar kepada kantor pusat Mahkamah Konstitusi di Jakarta, Senin (6 dari 17).

Jika ada keberatan, dapat diajukan ke majelis hakim. Fajar mengatakan ini bisa dilakukan di pengadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *