Massa Pengikut Reuni 212 Mulai Berdatangan, Mendesak Untuk Membuka Gerbang

Massa Pengikut Reuni 212 Mulai Berdatangan, Mendesak Untuk Membuka Gerbang

Ratusan massa yang hendak mendatangi kegiatan Reuni 212 mulai berdatangan di dekat Monumen Nasional, Jakarta Pusat semenjak Minggu( 1/ 12) sore. Mereka hendak masuk ke dalam zona Monas, tetapi tertahan sebab segala gerbang masih ditutup aparat.

Pantauan Detikmania.com, mayoritas dari mereka pria menggunakan pakaian putih, peci, serta serban. Sedangkan massa wanita menggunakan kerudung panjang serta baju tertutup.

Nampak, para partisipan banyak yang bawa atribut bendera organisasinya tiap- tiap yang berdimensi kecil sampai besar. Nampak bendera bercorak gelap serta putih yang bertuliskan kalimat tauhid, bendera FPI, sampai bendera PA 212.

Mereka nampak bergerombol di dekat Jalur Medan Merdeka Timur. Mereka tertahan sebab pintu Monas sendiri belum dapat dibuka untuk partisipan.

Para partisipan yang tertahan itu lalu menekan serta meneriakkan keluhan kepada pihak aparat yang berjaga supaya pintu gerbang dibuka.

” Buka, buka, buka pintunya, buka pintunya saat ini pula,” teriak massa.

Walaupun begitu, pintu gerbang senantiasa tidak dibuka. Penutupan akses pintu masuk Monas itu telah dicoba aparat semenjak sore hari. Perihal itu membuat para partisipan tidak dapat masuk ke dalam taman Monas.

” Iya, belum dapat dibuka, katanya hingga jam 00. 00 Wib baru boleh masuk, perasaan tahun kemarin ga kaya ini,” kata salah satu partisipan Reuni 212, Arifin( 26) dikala ditemui Detikmania.com di Jalur Medan Merdeka Timur, Minggu( 1/ 12) sore

Arifin menceritakan telah teratur menjajaki jadwal aksi 212 semenjak awal kali diselenggarakan tahun 2016 silam. Laki- laki masyarakat Kelapa Gading, Jakarta Utara itu mengaku sudah mengajak kembali ratusan sahabat pengajiannya buat kembali muncul di reuni 212 yang telah diselenggarakan ketiga kalinya ini.

” Saat ini sama rombongan masjid aku di rumah, bersama alumni 212 pula, terdapat ratusan nanti pada nyusul,” kata ia.

Arifin mengaku bangga dengan statusnya bagaikan Alumni Mujahid 212. Karena, perjuangan alumni 212 dalam membela Islam dinilai telah cocok dengan pemikirannya. Dia berkata kalau para ustaz serta habib yang tergabung dalam alumni 212 tidak berubah- ubah dalam membela Islam.

Perihal itu pula yang buatnya pernah dipecat dari pekerjaannya bagaikan karyawan swasta di salah satu industri dikala menjajaki aksi 212 di tahun 2016 kemudian. Kala itu, bosnya tidak mengizinkan anak buahnya buat turut dalam aksi tersebut.

” Dahulu aku disuruh keluar sama bos aku jika turut 212, ya keluar aja aku, sebab aku tidak bisa jadi bohong izin kemana, aku izinnya ke aksi itu” kata ia.

Berbeda dengan dikala ini, Arifin mengaku telah izin ke atasannya buat tidak bekerja serta menjajaki reuni 212. Dia juga melaporkan atasanya tidak mempersoalkan izinnya tersebut.

Memandang perihal itu, Arifin mengaku hendak menginap di Monas demi menjajaki kegiatan tersebut. Dengan berbekal sajadah serta santapan ringan seperlunya, dia hendak menjajaki jadwal itu hingga selesai

” Sebab ini mulai aja jam 3[pagi], ya siap nginep lah, kan sampe esok, jika jalur esok ga dapat dapet duduk di depan panggung,” kata ia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *