Menurut Kuasa Hukum Steve Emmanuel Mengalami Depresi

Steve Emmanuel, Firman Chandra, mengatakan kliennya tertekan oleh kasus narkoba yang menyelimutinya.

“Terus terang, depresi masih ada, dia disebut pecandu, dan ketika dia macet, dia tidak menggunakannya sama sekali, dia harus dipindahkan,” kata Firman pada pertemuan pasca persidangan. di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (6/10/2019).

Padahal, kata Firman, depresi yang dialami Steve telah menciptakan bintang-bintang sinetron Siapa yang takut jatuh cinta? kami takut mereka ingin bunuh diri. “Penderitaan yang sangat hebat, terutama saksi ahli mengatakan bahwa ada kasus kronis, berulang, akut, dan itu bisa menyebabkan bunuh diri,” kata Firman.

Menurut Firman, Steve tidak bisa menunjukkan kondisinya selama persidangan. Namun dia berharap Steve tidak dihukum tetapi direhabilitasi.

“Ini tidak boleh dicampur dengan kejahatan lain. Ini harus menjadi obat itu sendiri, jika pendidikan ulang adalah pendidikan ulang, RSKO, bukan di pusat penahanan,” kata Firman.

Sebelumnya, persidangan dengan terdakwa Steve Emmanuel diadakan untuk mendengarkan saksi di pihaknya dan menanyainya. Kali ini, Steve memperkenalkan dua saksi, Gledwin Lukman dan Richard Claporth.

Steve ditangkap karena mengangkut 92,04 gram kokain dalam klip plastik besar dari Belanda ke Indonesia pada 11 September 2018. Akan menggunakan maskapai penerbangan

Steve menyembunyikan kokain dengan membungkusnya dengan pakaian dan menyimpannya di dalam koper.

Steve kemudian ditangkap oleh polisi di apartemen kondominium A Kintamani A / 17/6 RT 001/014, di desa Pela Mampang, kecamatan Mampang Prapatan, selatan Jakarta, pada hari Jumat. 12/2018.

Steve terperangkap oleh polisi di bawah pasal 114 (2) (112) (2) Undang-Undang No. 35 tahun 2009 Republik Indonesia tentang Narkotika dengan Hukuman Lima Tahun penjara, atau hukuman mati atau hukuman mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *