MK Mendengarkan Penjelasan KPU Saat Sidang Sengketa Pileg

MK Mendengarkan Penjelasan KPU Saat Sidang Sengketa Pileg

Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar gugatan untuk perselisihan legislatif hari Senin (7 dari 15). Agenda sidang adalah mendengarkan informasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai terdakwa, pihak terkait dan Bawaslu.

“Pengadilan akan mengadakan sesi tindak lanjut pemilihan parlemen 2019, yang akan dibagi menjadi tiga kelompok hakim untuk meninjau agenda sidang untuk mendengarkan jawaban responden, pernyataan pihak terkait, pernyataan klaim Bawaslu dan ratifikasi bukti, “kata juru bicara MK Fajar Laksono.

Fajar mengatakan sesi dengan deklarasi para pihak akan diadakan hingga 19 Juli. Dia menambahkan bahwa enam provinsi akan diadili hari ini, yaitu Jawa Timur, Papua, Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, dan Kepulauan Maluku Utara.

“Hari ini, KPU, pihak terkait dan Bawaslu akan menanggapi kasus enam provinsi,” katanya.

Sidang pendahuluan sebelumnya dimulai 9-12 Juli. Sesi kemudian dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi dan bukti dari 15 hingga 30 Juli 2019.

Selain itu, Hakim akan mengadakan Rapat Konsultasi Yudisial (RPH) dari 31 Juli hingga 5 Agustus 2019. Keputusan Legislatif Challenge akan dibacakan mulai 6 hingga 9 Agustus 2019.

Mahkamah Konstitusi (MK) menilai 260 perselisihan terkait dengan pemilihan legislatif dari 340 yang telah diajukan. Jumlahnya termasuk 250 perselisihan antara DPR / DPRD dan 10 perselisihan DPO yang tersisa.

Namun, Hakim Arief Hidayat mengatakan bahwa dari 260 perselisihan selama proses pemilihan, beberapa tidak mau mendengar saksi.

“Semua kasus ini belum tentu dapat dilanjutkan ke pemeriksaan saksi, saya sarankan agar semuanya diselesaikan di sini (sesi interogasi) dulu,” kata Arief saat persidangan sengketa legislatif di ruang sidang pengadilan dari Jakarta, Kamis (11/7).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *