Pasien Rawat Inap Karena Hepatitis A Pacitan Menurun

Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengatakan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena hepatitis A telah menurun. Pengurangan jumlah pasien dalam perawatan kesehatan ini diklaim melalui upaya manajemen terpadu setelah penentuan status kejadian luar biasa (KLB) dari penyakit menular ini.

Pasien Rawat Inap Karena Hepatitis A Pacitan Menurun

“Akumulasi sebenarnya meningkat, tetapi pasien yang dirawat di rumah sakit menurun,” kata Bupati Pacitan Indartato Senin (1/7), menurut Antara.

Indarto mengatakan bahwa, menurut data dari Kabupaten Pacitan, saat ini hanya ada 30 pasien rawat inap untuk hepatitis A: lima orang dirawat di pusat kesehatan Sudimoro, 20 orang di pusat kesehatan Ngadirojo. , seseorang di Puskesmas Wonokarto, seseorang di Puskesmas Tegalombo di Rumah Sakit Dr. Darsono.

Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan pada periode pertama penyebaran hepatitis A pada pertengahan bulan lalu. Misalnya, pada 19 Juni, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit karena hepatitis A dapat mencapai 103 pasien per hari.

“Bandingkan itu dengan sekarang. Hanya dalam dua hari, hanya tiga orang masuk dan terdeteksi. Semoga itu akan terus menurun,” kata Indarto.

Indartato mengatakan bahwa pemerintah kabupaten Pacitan dan lembaga terkait telah berhasil mengendalikan penularan infeksi virus hepatitis A setelah upaya pencegahan intensif sebagai hasil dari menentukan penularan penyakit tersebut. sebagai peristiwa luar biasa (KLB).

Dengan dukungan dari Departemen Kesehatan, Otoritas Kesehatan Jawa Timur, TNI, POLRI, Universitas Airlangga, dan sukarelawan, Pemerintah Kabupaten Pacitan berupaya untuk mengendalikan transmisi dengan meningkatkan manajemen kasus, pengawasan kesehatan yang lebih akurat, kontrol faktor risiko dan pendidikan publik.

Indarto mengatakan bahwa jika kasus baru hepatitis A tidak muncul, status epidemi bisa berakhir di pertengahan bulan.

Pada 30 Juni, Kohar Hari Santoso, kepala Unit Kesehatan Jawa Timur, melaporkan bahwa jumlah pasien adalah 957.

Jumlahnya dibagi menjadi beberapa kecamatan di Pacitan, yaitu Sudimoro dengan 527 orang, Ngadirojo 176 orang, Sukorejo 82 orang, Tulakan 69 orang, Wonokarto 54 orang, Arjosari 33 orang, Bubakan 25 orang, Tegalombo 5 orang, dan Ketrowonojoyo 4 orang .

“Peningkatannya sudah mulai berkurang, tetapi untungnya jumlah orang dengan hepatitis A di Pacitan tidak meningkat,” kata Kohar kepada dinas kesehatan Jawa Timur di Surabaya kemarin.

Untuk mengurangi tingkat penularan hepatitis A di Pacitan, Kohar juga mendesak stafnya untuk segera melakukan penelitian epidemiologi untuk mencegah penyebaran hepatitis A.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *