Pembongkaran Stem Cell Ilegal di Kemang Dilakukan

Pembongkaran Stem Cell Ilegal di Kemang Dilakukan

Kepolisian Polda Metro Jaya melaksanakan penggerebekan terhadap klinik kesehatan yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Klinik tersebut ialah Hubsch Clinic yang beroperasi di Ruko Bellepoint, Jakarta Selatan.

Direktur Reserse Kriminal Universal Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto menyebut penggerebekan ini dicoba pada Sabtu( 11/ 1) lantaran klinik kesehatan ini diprediksi melaksanakan aplikasi medis ilegal. Aplikasi itu ialah penyuntikan stem cell ilegal terhadap para penderita.

Semula, kata Suyudi, penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya menerima data soal aplikasi stem yang dicoba oleh klinik tersebut serta dikenal penyembuhan stem cell ini dicoba mereka tanpa terdapat izin dari Tubuh Pengawas Obat serta Santapan( BPOM).

” Laporan data dari warga kalau terdapat aplikasi medis ilegal serta tanpa izin dengan modus penyuntikan stem cell tanpa izin edar BPOM, dan tidak kompetennya dokter yang melaksanakan penyuntikan tersebut,” kata Suyudi dalam penjelasan tertuls yang diterima Detikmania. com, Minggu( 12/ 1).

Berdasar penemuan itu, Kepolisian Polda Metro Jaya juga sudah melaksanakan penyelidikan bersama Departemen Kesehatan RI atas aplikasi ilegal ini. Hasilnya kata Suyudi, ditentukan kalau klinik tersebut memanglah beroperasi ilegal sepanjang kurang lebih 3 tahun.

” Berikutnya ditemui hasil kalau tubuh tersebut ilegal sementara itu sudah beroperasi sepanjang 3 tahun di Indonesia,” jelasnya.

Polisi setelah itu menangkap 3 orang yang diprediksi ikut serta dalam aplikasi ilegal ini. 3 orang tersebut ialah YW selaku manajer, LJ selaku marketing manager, serta OH selaku dokter serta owner klinik.

Polisi pula sudah menyita beberapa benda fakta berbentuk kuitansi pembayaran duit muka, hasil laboratorium penderita serta botol ampul serum stem cell. Setelah itu terdapat selang infus, perlengkapan suntik, perlengkapan septik sampai pendaftaran penderita yang hendak serta sudah melaksanakan penyembuhan stem cell ilegal.

Kata Suyudi, para pelakon sudah melaksanakan aplikasi jual beli stem cell kepada korbannya dengan harga USD 16. 000 ataupun setara dengan Rp230 juta. Para penderita yang hendak membeli ataupun memakai serum ini diharuskan menyetorkan dana dini terlebih dulu sebesar 50 persen kepada YW.

Berikutnya, YW langsung melaksanakan order transfer ke K LTD di Jepang serta produk serum lalu dikirim ke Indonesia, yang langsung dijemput oleh YW di lapangan terbang. Serum itu dibawa ke klinik buat lekas disuntikkan kepada penderita.

LJ sendiri berfungsi mencari konsumen lewat promosi seminar serta iklan media sosial. Sisa pembayaran beberapa 50 persen yang belum dibayarkan hendak dibebankan kepada penderita sehabis berakhir dicoba penyuntikan ataupun infuse stem cell tersebut.

Buat dikala ini ketiga orang yang ditangkap mungkin dikenai Pasal 204 ayat( 1) KUHP serta ataupun Pasal 263 KUHP serta ataupun Pasal 75 ayat( 1), Pasal 76 UU RI Nomor. 29 Tahun 2004 tentang Aplikasi Medis, serta ataupun Pasal 201 jo Pasal 198 jo Pasal 108 UU RI Nomor. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan serta ataupun Pasal 8 ayat( 1) huruf a UU RI Nomor. 8 Tahun 1999 tentang Proteksi Konsumen jo Pasal 55 serta Pasal 56 KUHP.

” Berikutnya terdakwa, korban, serta saksi- saksi dibawa ke Polda Metro Jaya buat dicoba pengecekan,” papar Suyudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *