Polisi Selidiki Unsur Pidana Laporan Kasus Novel Rekayasa

Polisi Selidiki Unsur Pidana Laporan Kasus Novel Rekayasa

Polda Metro Jaya hendak mendalami laporan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang dicoba politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung. Novel dilaporkan atas dugaan rekayasa penyiraman air keras.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono berkata, pendalaman buat mengenali lebih jauh terdapat tidaknya faktor pidana semacam yang dilaporkan Dewi.

” Jika penuhi faktor pidana kita naikkan status jadi tingkatan penyidikan. Tetapi jika tidak penuhi faktor pidana masalah tersebut kita hentikan,” ucapnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan pada Kamis( 7/ 11).

Argo menarangkan terpaut laporan ini grupnya pula hendak melaksanakan pengecekan terhadap pelapor, saksi, saksi pakar ataupun benda fakta yang diajukan pelapor. Juga demikian dengan terlapor pula hendak terpanggil.

” Nanti kelanjutannya kita hendak panggil pelapor, saksi- saksi serta terlapor buat kita memohon klarifikasi terpaut laporan itu,” tutur Argo.

” Buat agendanya[pemanggilan] kapan, tunggu penyidik,” kata Argo.

Novel tadinya dilaporkan oleh Politikus PDIP Dewi Tanjung, Rabu( 6/ 11) dengan dugaan pelanggaran Pasal 26 ayat( 2) junto Pasal 45 A Ayat( 2) UU RI no 19 tahun 2016 tentang ITE serta ataupun Pasal 14 A ayat 1 UU RI no 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Permasalahan Novel ini, kata Argo, hendak ditangani langsung oleh Direktorat Reserse Kriminal Spesial( Ditreskrimsus) di dasar Kepala Sub Direktorat( Kasubdit).

Dewi memberi tahu ke polisi sebab mengaku curiga penyiraman air keras cuma rekayasa Novel. Alasannya banyak perihal yang dia nilai janggal dalam peristiwa itu, misalnya soal letak perban Novel yang dililitkan di bagian kepala serta hidung kala dirawat di Rumah sakit Mitra Keluarga, Jakarta Utara.

” Kepala yang diperban tetapi seketika mata yang buta,” ucapnya di Polda Metro Jaya.

Tidak hanya itu dia pula memperhitungkan janggal keadaan kulit wajah Novel yang masih lembut sehabis disiram air keras.

” Kesiram air panas aja itu juga hendak cacat, terlebih air keras,” tutur Dewi.

Juga demikian dengan rekaman Kamera pengaman, Dewi menebak insiden itu direkayasa lantaran respon Novel dalam rekaman itu tidak nampak kesakitan kala disiram air keras.

” Orang jika sakit itu tersiram air panas[saja] reaksinya tidak berdiri, tetapi hendak terduduk jatuh terguling- guling,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *