Rupiah Menurun Rp14.190 per Dolar AS setelah BI menahan bunga acuan

Nilai tukar rupiah berada di posisi 14.190 rupee hingga satu dolar AS selama sesi perdagangan Kamis (20/6) sore. Posisi itu naik 0,56% dari sesi perdagangan Rabu (19/6).

Pada saat yang sama, tolok ukur JISDOR (bank Indonesia, Jakarta dan uang antar bank) menempatkan rupee di posisi 14.236 rupee terhadap dolar AS atau lebih tinggi dari kemarin di 14.271 rupee untuk Dolar AS Saat ini, rupiah berada di antara 14.182 dan 14.250 rupee terhadap dolar.

Hari ini, mata uang utama Asia telah menguat terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong naik 0,11%, rupee India 0,19%, yen Jepang 0,28% dan dolar Singapura 0,42%.

Sementara itu, ringgit Malaysia naik 0,53%, peso Filipina 0,7% dan baht Thailand 0,73%. Sementara itu, juara Asia dipegang oleh yuan Tiongkok pada 0,75% dan Korea Selatan pada 1,19%.

Penguatan juga terjadi pada mata uang negara maju. Dolar Australia naik 0,5%, euro 0,56% dan pound sterling 0,56%.

Ariston Tjendra, kepala penelitian di Monex Investindo, mengatakan para pelaku pasar masih menyambut komentar Gubernur Fed Jerome Powell pada pertemuan Komite Pasar Federal (FOMC).

Memang, Fed mempertahankan suku bunga utama pagi ini dari 2,25% hingga 2,5%. Namun, pernyataan Powell tentang membuka peluang penurunan suku bunga pada paruh kedua tahun ini menunjukkan setidaknya harapan untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

“Beberapa analis bahkan memperkirakan bahwa potensi pemangkasan akan terjadi dua kali, pada bulan Juli dan Oktober,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/6).

Sentimen positif juga datang dari perang dagang yang berkelanjutan antara Amerika Serikat dan Cina, di mana Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping akan bertemu di KTT G20 minggu depan.

“Kemudian diskusi difokuskan pada negosiasi perdagangan bilateral antara kedua negara,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *