Selebrasi Tak Senonoh, Cristiano Ronaldo Didakwa UEFA

Megabintang Juventus ini terancam absen di partai perempat-final Liga Champions kontra Ajax akibat selebrasi “cojones”

UEFA dipastikan akan memproses selebrasi kontroversial Cristiano Ronaldo saat menginspirasi kemenangan comeback Juventus atas Atletico Madrid di Liga Champions.

Ronaldo memborong hat-trick dalam duel leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Turin, Selasa (12/3), untuk membawa Juventus menang 3-0 atas Atletico sekaligus melaju ke perempat-final dengan agregat 3-2.

Selepas laga berakhir, Ronaldo menghampiri tribune fans Atletico dan melakukan selebrasi cojones, yang menunjuk pada bagian alat vitalnya. Aksi tak senonoh itu membuat Ronaldo didakwa UEFA melakukan tindakan tidak pantas.

“Setelah investigasi yang dilakukan Badan Etika dan Disiplin UEFA, berdasarkan Artikel 55 dalam Regulasi Disipliner UEFA, proses disipliner telah dibuka terkait laga 16 besar Liga Champions antara Juventus dan Atletico Madrid yang digelar 12 Maret di Italia,” demikian pernyataan resmi UEFA, Senin (18/3).

Jika terbukti bersalah, penyerang 34 tahun ini berpotensi absen dalam partai perempat-final Liga Champions kontra Ajax pada April mendatang. Jadi tidaknya Ronaldo dihukum akan diputuskan dalam rapat Badan Etika dan Disiplin UEFA pada 21 Maret.

Selebrasi vulgar tersebut diduga merupakan balasan Ronaldo terhadap selebrasi serupa yang dilakukan pelatih Atletico Diego Simeone saat timnya mengatasi Juve 2-0 pada leg pertama. Simeone terhindar dari hukuman UEFA, tapi ia mendapat denda.

Juventus sendiri optimistis Ronaldo akan terhindar dari sanksi laga melawan Ajax. “Setiap pemain boleh melakukan selebrasi sesukanya. Saya tidak melihat hal yang aneh, itu hanya sebuah selebrasi. Tidak akan ada hukuman untuknya,” kata pelatih Bianconeri Massimiliano Allegri.

Sumber: goal.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *