Tak Tanggapi Laporan, Sri Bintang Siap Hadapi Proses Hukum

Tak Tanggapi Laporan, Sri Bintang Siap Hadapi Proses Hukum

Aktivis Sri Bintang Pamungkas enggan menjawab laporan polisi yang terbuat oleh Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia( PITI) atas dirinya.

Dia memperhitungkan tidak terdapat relevansi antara laporan itu dengan statment dirinya tentang upaya penggagalan pelantikan presiden serta wakil presiden terpilih Joko Widodo( Jokowi)- Maruf Amin. Kecuali, sambungnya, relevansi itu terdapat andai Jokowi merupakan bagian dari PITI.

Sri Bintang pula enggan menjawab laporan itu lantaran tadinya dia pula sempat dilaporkan oleh PITI.

Dikenal, pada tahun 2018 PITI memberi tahu Sri Bintang atas tuduhan menyebarkan data yang menyinggung Suku Agama Ras serta Antargolongan( SARA) di media sosial.

Di sisi lain, terpaut statment yang dia lontarkan itu, bagi Sri Bintang ialah bagian hak konstitusionalnya bagaikan masyarakat negeri. Sehingga, dia berpikiran perihal itu tidak butuh dipermasalahkan.

” Ya melaporkan statment itu hak konstitusional dari tiap masyarakat negeri,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sri Bintang menegaskan siap menempuh proses hukum terpaut dengan laporan itu. Dia pula mengaku siap terpanggil pihak kepolisian buat ditilik.

” Aku senantiasa siap, silakan aja, saat ini telah enggak zamannya lapor- laporan,” ucap Sri Bintang.

Tadinya, Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia( PITI) memberi tahu aktivis Sri Bintang Pamungkas ke Polda Metro Jaya lantaran mengantarkan ajakan buat menggagalkan pelantikan presiden serta wakil presiden terpilih di media sosial.

” PITI keberatan atas statment video yang tersebar di YouTube di mana kalau Sri Bintang Pamungkas mengajak rakyat Indonesia buat menggagalkan pelantikan presiden serta wakil presiden Jokowi-[Maruf Amin] pada bertepatan pada 20 Oktober 2019,” kata Pimpinan Universal PITI Ipong Hembing Putra di Molda Metro Jaya, Rabu( 4/ 9).

Bagi Ipong, statment Sri Bintang itu awal kali dia tahu dari video di YouTube pada 31 Agustus kemudian. Dalam laporan tersebut, Ipong ikut menyertakan benda fakta berbentuk video yang diambil dari suatu account Youtube.

Laporan itu diterima dengan no LP TBL/ 5572/ IX/ 2019/ PMJ/ Dit. Reskrimsus dengan terlapor bernama Ipong Wijaya Kusuma serta terlapor Sri Bintang Pamungkas.

Pasal yang dilaporkan ialah Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat( 2) Undang- Undang No 19 Tahun 2016 tentang Data serta Transaksi Elektronik ataupun Pasal 160 KUHP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *