Tensi Perang Dagang AS-China Memuncak, Rupiah Keok Pagi ini

Tensi Perang Dagang AS-China Memuncak, Rupiah Keok Pagi ini

Nilai ubah rupiah tercatat di posisi Rp14. 180 per dolar Amerika Serikat( AS) pada perdagangan pasar spot Kamis( 10/ 10) pagi. Posisi ini melemah 0, 05 persen dibandingkan kurs pada Rabu( 9/ 10) sore yang senilai Rp14. 172 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata duit utama Asia melemah terhadap dolar AS. Won Korea melemah 0, 15 persen, ringgit Malaysia melemah 0, 02 persen, rupee India melemah 0, 07 persen, dolar Singapore melemah 0, 05 persen, dan peso Filipina melemah 0, 03 persen terhadap dolar AS.

Di kawasan Asia, yen Jepang menguat 0, 15 persen, dolar Hong Kong menguat 0, 01 persen, baht Thailand menguat 0, 08 persen, serta yuan Cina menguat 0, 16 persen terhadap dolar AS.

Tidak hanya itu, mata duit negeri maju terpantau bermacam- macam, semacam poundsterling Inggris menguat 0, 04 persen terhadap dolar AS, sedangkan euro menguat 0, 08 persen, tetapi dolar Australia melemah 0, 12 persen terhadap dolar AS pagi ini.

Kepala Studi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra berkata kekhawatiran pasar menimpa perundingan dagang antara AS serta Cina terpantau masih besar.

” Tadi pagi terdapat berita dari koran Cina kalau perundingan berjalan di tempat. Delegasi Cina menolak mangulas isu pemaksaan transfer teknologi industri AS yang berbisnis di Cina,” kata Ariston dikala dihubungi Detikmania. com, Kamis( 10/ 10).

Sedangkan itu, transfer teknologi tersebut berarti buat AS. Kondisi pula terpantau memanas antara AS serta Cina dikala tersebar isu perundingan tingkatan lanjut antara perwakilan AS serta Cina yang tadinya dikabarkan hendak berlangsung Kamis( 10/ 10) serta Jumat( 11/ 10), nyatanya cuma hendak berlangsung satu hari saja dengan dipulangkannya delegasi Cina pada hari Kamis ini.

Di lain sisi, pihak Gedung Putih dari AS langsung membantah isu tersebut.

Ariston berkata pelemahan rupiah hari ini disebabkan oleh pergerakan pasar yang masih tidak menentu sebab para pelakon pasar masih terus menjajaki pertumbuhan isu tersebut.

” Harga instrumen keuangan bergerak volatil menjajaki pertumbuhan isu ini,” ucapnya.

Bagi Ariston, rupiah berpotensi hendak bergerak di kisaran Rp14. 100 sampai Rp14. 200 hari ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *