Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Menyatakan DKI Perlu Kantong Plastik

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Menyatakan DKI Perlu Kantong Plastik

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia( YLKI) melaporkan Pemerintah Provinsi( Pemprov) DKI Jakarta butuh memfasilitasi pengganti kantong plastik sekali gunakan, yang mulai Juli 2020 nanti dilarang penggunaannya di bunda kota. Perihal ini supaya konsumen tidak kebimbangan kala belanja di pasar sampai pusat perbelanjaan.

Pimpinan YLKI Tulus Abadi berkata warga senantiasa memerlukan wadah buat menyimpan benda sehabis berbelanja.

Bila memanglah harus memakai plastik ramah area, hingga Pemprov DKI Jakarta butuh membenarkan stoknya di pasar, toko swalayan, sampai pusat perbelanjaan.

” Yang dipertanyakan merupakan definisi plastik ramah area semacam apa, setelah itu Pemprov DKI Jakarta wajib fasilitasi pengganti buat kantong plastik,” ucap Tulus kepada CNNIndonesia. com, Sabtu( 11/ 1).

Tidak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta pula wajib mengatur harga kantong plastik ramah area serta jangan hingga ritel, pasar, serta pusat perbelanjaan mengambil keuntungan dari kewajiban pemakaian plastik ramah area di DKI Jakarta.

” Wajib terdapat harga standar yang diresmikan, yang tentu tidak boleh ambil untung dari jual beli plastik. Jadi terdapat harga pokok dari plastik,” ungkap Tulus.

Secara universal YLKI menunjang kebijakan Pemprov DKI Jakarta soal larangan pemakaian plastik sekali gunakan. Karena, Tulus menyebut donasi sampah plastik sendiri sebesar 14 persen dari total sampah yang terdapat di bunda kota.

” Pasti menunjang, jika dilarang kan terdapat mungkin distribusi plastik di Jakarta menyusut,” imbuh Tulus.

Dikenal, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menandatangani Peraturan Gubernur No 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Pemakaian Kantong Belanja Ramah Area pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, serta Pasar Rakyat.

Kepala Dinas Kebersihan serta Area Hidup Andono Warih melaporkan peraturan itu terbuat buat kurangi pemakaian kantong plastik terkhusus di pusat perbelanjaan tradisional ataupun swalayan modern. Bila memanglah wajib memakai plastik, peraturan ini memohon supaya terdapat pemakaian plastik ramah area.

” Yang sangat berarti kita telah mendesak pemakaian kantong plastik ramah area. Serta mendesak pengusaha buat tidak memakai kantong plastik sekali gunakan lagi,” ucapnya.

Dari penjelasan tertulis Dinas Area Hidup, pelarangan kantong plastik sekali gunakan tertuang dalam Pasal 5 yang berisikan bagaikan berikut:

( 1) Pengelola Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, serta Pasar Rakyat harus memakai Kantong Belanja Ramah Area.

( 2) Terhadap kewajiban sebagaimana diartikan pada ayat( 1), Pengelola Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, serta Pasar Rakyat dilarang memakai Kantong Belanja Plastik Sekali Gunakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *